Balikpapan—Menjadi seorang Petugas Pemutakhiran Data Pemilih atau PPDP rupanya tak sekedar menyambangi warga dan melakukan pendataan penduduk. ada banyak pengalaman pengalaman unik yang dialami seorang PPDP. Mulai dari tidak dihiraukan warga, diusir warga bahkan ada seorang PPDP terpaksa harus lari tunggang langgang akibat digonggong anjing si pemilik rumah.

Berikut ini adalah pengalaman-pengalaman unik yang dialami seorang PPDP saat melakukan Pencocokan dan Penelitian mulai tanggal 20 Januari hingga 18 Februari 2018 PPDP ini bertugas melakukan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) yang nantinya data-data yang diperoleh tersebut akan dimutakhirkan menjadi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Sementara dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur yang akan digelar pada 29 Juni 2018 yang akan datang.

 

YULIANA

  Pengalaman seorang PPDP yang pertama adalah Yuliana. Ia mengaku selama melaksanakan Pencoklitan ada beberapa pengalaman yang bisa saja menjadi bagian yang tak terlupakan dalam hidupnya. Yuliana bertugas di TPS 19 di dua RT sekaligus. Tepatnya di RT 22 dan 23, Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Kecamatan Balikpapan Utara.

Sebanyak 120 Kepala keluarga yang terdapat dalam Daftar Pemilih (DP) yang harus dimutakhirkan oleh Yulianan. Dimana data pemilih tersebut merupakan Data Pemilih yang bermukim di Komplek Mediterani, Balikpapan Baru.

Kala itu ia merasa kesulitan saat melakukan pencoklitan. Sebab di komplek perumahan tersebut ada beberapa rumah yang kosong. Dan tak sedikit pula ada rumah yang disewakan. Sehingga penghuninya tidak ada dalam data yang dibawanya.

Pernah suatu ketika, Yuliana mencoba untuk bertemu denga penghuni rumah. Sebelum mengetuk pintu, Yuliana sempat mendengar suara bercakap di rumah tersebut. Lalu Yuliana mencoba mengetuk pintu rumah tersebut hingga berkali-kali, namun tidak kunjung ada yang membukakn pintu. Setelah ditunggu sekian lama akhirnya Yuliana memutuskan untuk meninggalkan rumah tersebut dan beralih ke rumah sebelahnya untuk dilakukan Coklit.

Yuliana juga bercerita, pernah saat melakukan Coklit, ia sudah diterima si penghuni rumah. Namun karena si penghuni rumah kala itu sedang menunngu suaminya yang masih berada di luar rumah. Dan si ibu penghuni rumah meminta menunggu, maka Yulianapun mau tidak mau menunggu. Tetapi anehnya sesampainya si suami di rumah, si ibu justru menyuruh Yuliana agar kembali pulang dan kembali keesokan harinya. Karena dsuruh pulang, mau tidak mau Yuliana kemba;i bertugas untuk mencoklit di rumah-rumah di sekitar kawasan tersebut.

Yuliana melakukan Pencoklitan di dua RT tersebut dimulai dari tanggal 20 Januari hingga 9 Februari lalu. Ia merupakan salah satu PPDP dari 1440 PPDP yang ada di Balikpapan. Iapun mengaku, selama bertugas sebagai PPDP banyak pengalaman yang tidak bisa ia lupakan dan iapun bersyukur, selama bertugas sebagai PPDP ada banyak ilmu yang bisa saja tidak dialami oleh kebanyakan orang. Menurutnya ia berhasil bertemu dengan ratusan orang baru yang ia tidak kenal sama sekali sebelumnya. Dan sebagai PPDPlah ia dapat bertemu dengan ratusan orang baru dengan ratusan karakter yang tentu saja berbeda-beda.

 

 YUYUN KARTIKA RAHAYU

Selain tidak dibukai pintu oleh penghuni rumah. Seorang PPDP ini justru memiliki pengalaman yang terbilang menakutkan. Ia adalah Yuyun, seorang PPDP yang bertugas di TPS 32, RT 38, Kelurahan Sungai Nangka, Kecamatan Balikpapan Selatan.

Yuyun mengaku, selama bertugas sebagai seorang PPDP ada 120 Kepala Keluarga yang bakal dilakukan Pencoklitan. Namun dari semua rumah yang dikunjunginya, ia sempat dihadapkan dengan situasi yang tidak mengenakkan. Yaitu digonggong anjing jenis Rottweiler. Kala itu Yuyun akan melakukan pencoklitan di salah satu rumah kos di kawasan tersebut.

Saat melakukan Pencoklitan itu, awalnya Yuyun mengaku tidak menghadapi hal hal yang mencurigakan. Namun saat ia menemui sebuah rumah kos-kosan, ia berusaha mengetuk pagar rumah kos-kosan tersebut. Namun di saat bersamaan, ada seekor anjing yang menggonggong dengan kerasnya. Bahkan ia terkejut bukan kepalang. Betapa tidak, gonggongan anjing rottweiler tersebut menampakan dirinya dihadapan Yuyun. Sontak Yuyun kala itu dibuatnya keringat dingin.

Ia masih ingat, anjing itu berukuran besar. Ia bahkan ingat betul kala anjing itu berdiri tingginya hampir sama dengan tinggi badannnya. Untung saja  posisi Yuyun dengan anjing tersebut masih agak jauh. Sekitar 2 hingga 3 meter jaraknya. Dan anjing tersebut dalam keadaan diikat rantai. Tidak bisa dibayangkan  bagaimana jadinya kalau anjing tersebut tidak dirantai.

Pasca kejadian tersebut, setiap kali yuyun melakukan Pencoklitan di salah satu rumah warga yang apabila ada anjingnya, Yuyun lebih memilih melakukan Pencoklitan di luar pagar. Bahkan ia rela menCoklit dengan menggunakan papan scaner dan di atas jok sepeda motornya. Rupanya pengalaman berhadapan dengan anjing milik warga menjadi pengalaman pahit bagi Yuyun. Sampai-sampai ia rela berjemur di bawah teriknya matahari jika siang ataupun hanya mengandalkan sinar lampu apa adanya jika melakukan pencoklitan di malam hari. Ia rela mencoklit dengan hanya bermodalkan papan scaner dan jok sepeda motor miliknya sebagai alas ketika menulis nama-nama warga yang diCoklitnya.

Yuyun bercerita selama bertugas memang tidak seluruhnya memelihara anjing, sebagian besar warga  menerimanya dengan baik. Di mana ia melakukan Pencoklitan di RT 38 Kelurahan Sungai Nangka yang merupakan wilayah pemekaran, hanya ada 33 warga yang sesuai dengan form A. KWK. Dan ada 92 Kepala Keluarga. masuk daftar pemilih baru. Dan jika ditotal seluruhnya Yuyun melakukan Pencoklitan sebanyak 120 Kepala Keluarga. 40 Kepala Keluarga lebih bemilih untuk mencoblos di alamat asal.