BALIKPAPAN—Sejumlah pejabat utama di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan menghadiri acara sosialisasi netralintas Aparatur Sipil Negara  (ASN) dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur Tahun 2018 yang digelar di Aula Pemkot Balikpapan, Senin pagi (05/03/2018).

 

Dalam sosialisasi tersebut, hadir Wakil Walikota Balikpapan H Rahmad Mas’ud, Seketaris Daerah Sayin MN Fadli, para asisten, sejumlah kepala OPD, para camat dan lurah sekota Balikpapan. Dan yang menjadi nara sumber adalah  Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha serta Ketua Panwaslu Balikpapan Ahmadi Azis.

 

Di hadapan sejumlah peserta sosialisasi ini, ada beberapa hal yang dipaparkan Noor Thoha. Diantaranya pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dilarang melibatkan ASN dalam melakukan kampanye ataupun terlibat langsung dalam bentuk apapun juga. “Ketika pasangan calon ini sudah ditetapkan, maka dia sudah terikat dalam aturan kampanye. Dan ini harus ditaati oleh pasangan calon,” ujar Noor Thoha.

 

Melibatkan ASN dalam hal pemenangan atau suksesi ini maksudnya adalah mengajak, mengundang atau memfasilitasi, dari para pasangan calon. Sehingga apapun bentuknya, ASN dilarang keras untuk terlibat dalam bentuk apapun kegiatan yang dilakukan oleh pasangan calon.

 

Lebih lanjut Noor Thoha mengatakan, para ASN bisa saja terlibat dalam kampanye apabila terkait dengan penugasan. Seperti ada kegiatan kampanye, dibutuhkan tenaga medis, tenaga pengaturan lalu lintas dalam hal ini dinas perhubungan serta tenaga pemadam kebakaran. Yang biasa tiga instansi selalu terlibat dalam kegiatan keramainan seperli kampanye terbuka. “Tentunya di sini para ASN dilengkapi seragam, ID Card dan surat tugas. Di sini nanti yang dapat dibedakan, mana petugas mana warga biasa,” lanjut Noor Thoha lagi.

 

Ia juga mengatakan, di dalam Peraturan KPU, salah satu aturannya adalah seorang ASN memang dilarang terlibat dalam tim pemenangan. “Kalau di Undang Undang KPU hanya disebutkan dilarang melibatkan ASN. Hanya itu saja. Nah di aturan Kemenpan, seorang ASN yang terlibat timses bisa mendapat ganjaran hukuman. Bahkan bisa dikenakan pidana,” pungkasnya.

 

Acara sosialisasi ini berlangsung selama 90 menit. Di mana pada pertemuan itu, lebih banyak dilakukan tanya jawab, terkait dengan kampanye dan sosialisasi para pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur 2018.