BALIKPAPAN—Berdasarkan Surat edaran KPU RI Nomor : 1033/PL.01.2-SD/01/KPU/IX/2018 tentang Penyempurnaan DPT dan Surat dari Bawaslu Kota Balikpapan Nomor : 190/K.BAWASLU-PROV.KI-08/PM.01.01/09/2018 tentang hasil pengawasan pencermatan terhadap DPT 2019. Di mana Bawaslu Kota Balikpapan menemukan pemilih ganda sebanyak 892 pemilih dan pemilih yang Tidak Memenuhi Syarat sebanyak 40 pemilih.
Berdasarkan surat tersebut KPU Kota Balikpapan bersama PPK, PPS, Partai Politik Peserta Pemilu 2019 dan Bawaslu melakukan pencermatan terhadap DPT Pemilu Kota Balikpapan yang sudah ditetapkan pada 20 Agustus 2018 di Hotel Horizon Sagita Balikpapan

Pada rapat pleno yang digelar pada hari Rabu 12 September 2018 di Hotel Horizon Sagita Balikpapan yang dilakukan secara terbuka ini, hadir komisioner KPU Kota Balikpapan Sunawiyanto, Rudjito dan Purwo Atmojo. Kemudian Ketua Bawaslu Kota Balikpapan Agustan beserta anggota. Seluruh ketua dan anggota PPK sekota Balikpapan. Para perwakilan partai politik peserta Pemilu 2019.

Kemudian pada malam harinya, saat rapat pleno dibuka, turut hadir Kepala Kantor Kesbangpol Kota Balikpapan I Ketut Rasna yang mewakili Walikota pada malam itu, sejumlah pejabat yang tergabung dalam Forkompinda. Para camat sekota Balikpapan. Dan sejumlah pejabat yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan.

Di hadapan peserta yang hadir, Sunawiyanto menyampaikan bahwa rapat pleno terbuka ini sengaja digelar, karena masih ditemukannya data pemilih ganda. Sehingga rapat ini perlu diadakan dengan mengundang Bawaslu dan partai Politik. “Untuk itu kami mengundang Bawaslu Kota Balikpapan dan perwakilan parpol pada hari ini, tujuannya adalah untuk sama sama mencermati data pemilih yang ganda ini. Jadi kita melihat sama-sama, mencermati sama-sama dan menghapus data pemilih yang ganda itu juga bersama-sama,” ujar Sunawiyanto.

Terkait dengan penghapusan data pemilih ganda, para operator KPU Kota Balikpapan dan PPK sekota Balikpapan terpaksa bekerja hingga dini hari, karena melakukan penghapusan data pemilih dan melakukan rekapitulasi ulang. Bahkan sejumlah staff KPU Kota Balikpapan turut serta menyertai. Padahal waktu sudah menunjukan pukul 02.30 wita. “Kami biasa bekerja larut malam. Ini sudah sering terjadi di KPU. Bahkan bukan hanya sampai dini hari saja. Dari pagi ketemu pagipun kami sudah sering,” ujar Sekretaris KPU Kota Balikpapan Drs Syabrani yang malam itu turut mendampingi rekannya bekerja.

Usai melakukan penghapusan data pemilih ganda, KPU Kota Balikpapan kemudian melakukan pembacaan hasil rekapitulasi yang baru. Dan saat pembacaan, berlangsung beberapa perwakilan Parpol ada yang mempertanyakan tentang waktu penandatanganan berita acara rapat pleno. “Kenapa tidak dirubah saja tanggalnya pimpinan rapat. Inikan sudah dini hari. Sudah pukul dua pagi. Kenapa tidak dirubah saja tanggalnya. Kasian teman-teman KPU dan PPK yang sudah bekerja hingga pagi begini,” ujar salah seorang pengurus PKB yang hadir pagi itu.

Setelah dilakukan pencermatan dan penghapusan data ganda dan data pemilih tidak memenuhi syarat, maka jumlah DPT pada Pemilu 2019 di Kota Balikpapan yang awalnya sebanyak 425.437 menjadi 424.516 pemilih. Terdiri dari pemilih laki-laki 212.939 dan pemilih perempuan sebanyak 211.577.

Pimpinan rapat saat itu langsung melontarkan ke Bawaslu, apakah tanggal pembuatan berita acara ini bisa dirubah. “Karena penulisan berita acara sudah disiapkan tanggalnya sejak pagi tadi, hanya tinggal diisi hasil rekapitulasinya saja. Rasanya berat pimpinan. Artinya kami harus bekerja ulang. Karena yang mau diprint jumlahnya banyak sekali,” ujar Ahmadi Azis, salah seorang anggota Bawaslu Kota Balikpapan.

Sunawiyanto juga menambahkan, bahwa di dalam penanggalan berita acara di beberapa kegiatan yang dilakukan KPU, kadang tanggal bisa saja dibuat sesuai dengan agenda yang ditentukan. Padahal waktu pengerjaan dilakukan hingga melebihi batas waktu yang diharapkan. “Kami pernah melakukan hal ini bapak ibu. Seperti penghitungan suara misalnya. Kami melakukan perhitungan suara itu sampai keesokan harinya. Sampai pagi. Namun tanggal berita acara tidak berubah. Tetap seperti agenda awal. Jadi bagaimana ini,” ujar Sunawiyanto seraya melemparkan pertanyakan kepada peserta yang hadir pagi itu.

Setelah seluruh perwakilan Parpol mendengarkan pembacaan hasil rapat pleno, KPU Kota Balikpapan menerbitkan berita acara yang ditandatangani oleh seluruh perwakilan Partai Politik, Bawaslu dan Komisioner KPU Kota Balikpapan. Kemudian berita acara tersebut secara simbolis diserahkan kepada Bawaslu Kota Balikpapan serta perwakilan Partai Politik peserta Pemilu 2019.