BALIKPAPAN—Komisi Pemilihan Umum Kota Balikpapan kembali menggelar sosialisasi Pemilihan Umum 2019 yang bertemakan KPU Goes To School yang digelar di SMA Negeri 5, Jalan Ruhuy Rahayu, Balikpapan, Senin pagi (16/10/2018).

 

Sosialisasi ini digelar tepat pada saat pelaksanaan upacara bendera yang biasa dilaksanakan setiap hari Senin pagi. Namun pada upacara bendera ini sedikit berbeda, sebab yang didaulat sebagai inspektur upacara adalah Noor Thoha, S.Pd, SH yang merupakan ketua KPU Kota Balikpapan.

 

Dalam amanatnya, Noor Thoha menyampaikan, kedatangan KPU Kota Balikpapan ke sekolah tersebut untuk melakukan sosialisasi sekaligus memberikan pencerahan tentang apa  itu Pemilihan Umum yang akan digelar pada 17 April 2019 yang akan datang.

 

Di hadapan siswa yang jumlahnya mencapai 950 siswa tersebut, Noor Thoha menyampaikan, bahwa Pemilu yang akan digelar pada 17 April 2019 itu adalah pemilihan calon legislatif sekaligus pemilihan presiden dan wakil presiden. Saat Noor Thoha menyampaikan bahwa Pemilu nanti merupakan ajang pemilihan presiden dan wakil presiden. Saat itu sontak ratusan siswa bertepuk tangan, seraya ada yang menyebut dua pasang calon presiden yang telah ditetapkan sebagai calon presiden dan wakil presiden.

Dalam sambutannya juga Noor Thoha menyampaikan, bahwa Komisi Pemilihan Umum ini, merupakan lembaga negara yang khusus menangani Pemilu. “Anak anak sering mendengar istilah komisi. Ada komisi Hak Azasi Manusia atau Komnas HAM. Ada komisi untuk orang hilang. Ada komisi untuk perlindungan anak anak. Nah Komisi Pemilihan Umum itu salah satu yang disebut sebut dalam Undang Undang Dasar 1945. Jadi KPU itu adalah satu-satunya institusi yang bekerja menyelenggarakan pemilihan umum,” ujar Noor Thoha.

 

Lebih lanjut Noor Thoha mengatakan, bila berbicara Pemilu, maka sama dengan  berbicara tentang demokrasi. Yaitu pemimpin yang dipilih dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Dan kalau sudah bicara demokrasi, maka akan berbicara tentang politik. Dalam kesempatan ini, Noor Thoha sempat bertanya kepada seluruh siswa, politik itu jahat atau tidak? “Apakah kalian setuju, politik itu jahat atau tidak?”, ujar Noor Thoha dengan nada bertanya. Sontak para siswa mengatakan setuju.

Mendengar jawaban spontan dari pada siswa siswi tersebut, Noor Thoha langsung memberi penegasan, bahwasanya politik berawal dengan kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang tak lepas dengan politik. Jadi bukan hanya mengangkat senjata saja. Namun politik turut serta di dalamnya saat Indonesia merdeka. “Nah dahulu,  saat Indonesia hendak merdeka, dibutuhkan strategi untuk merebut kekuasaan dan mengatur bangsa itulah yang namanya politik,” ujar Noor Thoha.

 

Ia juga membandingkan antara Indonesia dengan beberapa negara yang ada di dunia. Bahwa seperti Singapura dan Australia bisa maju karena politik. “Padahal untuk sumber daya alamnya saja, Singapura jauh lebih besar Indonesia ketimbang Singapura. Tapi kenapa Singapura bisa maju, Itu dikarenakan poltik yang ada di sana,” papar Noor Thoha lagi.

 

Begitu pula dengan perpolitikan yang ada di Indonesia, juga demikian. Salah satunya adalah dibidang pendidikan. “Nah, anak-anakku sekalian, kalian bisa sekolah di sini juga karena kebijakan poltik,” ujarnya.

Noor Thoha juga menyampaikan, bahwa memasuki masa kampanye seperti sekarang ini, para siswa dimohon untuk menyimak dan mendengarkan ataupun membaca visi misi, mulai dari Calon Presiden dan Wakil Presiden, hingga pemilihan legislatif, mulai dari calon anggota DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten Kota. “Silahkan kalian datang dan dengarkan saat mereka kampanye. Kalian punya hak untuk mendengarkan atau datang langsung pada saat kampanye. Cermati dan pertimbangkan, siapa siapa saja diantara mereka yang menurut kalian baik. Maka pilihlah sesuai dengan hati nurani kalian,” kata Noor Thoha lagi.

 

Usai memberikan amanatnya, Noor Thoha beserta seluruh dewan guru dan ratusan siswa berfose bersama sembari memegang spanduk “KPU Goes To School. Generasi muda cerdas gunakan hak pilih,”.

 

Sementara itu Kepala SMA Negeri 5 Balikpapan Dra  Ririen Friedayati mengatakan, kunjungan Ketua KPU kota Balikpapan pada kali ini dinilai sangat bermanfaat, mengingat sebagian siswanya, khususnya di kelas XII kali ini memiliki hak pilih pada Pemilu 2019 yang akan datang. “Alhamdulillah, Bapak Noor Thoha bisa bersama sama kami untuk memberikan sosialisasi mengenai Pemilu. Di mana siswa kami yang kelas XII sudah saatnya menjadi pemilih pemula. Untuk bisa melaksanakan Pemilu, bertanggungjawab, agar bisa memilih calon-calon yang nantinya bisa duduk di parlemen dalam rangka memperjuangkan rakyatnya. Di mana dari 950 siswa kami ada 300an siswa yang nanti akan menjadi pemlih pemula,” imbuh Ririen Friedayati.

 

Pada kesempatan ini pula, SMA Negeri 5 Balikpapan akan mengadakan pemilihan Ketua OSIS yang rencananya akan dilaksanakan pada 25 Oktober nanti. “Untuk itu kami memohon kepada KPU Kota Balikpapan, agar dapat memberikan arahan serta bimbingan teknik, terkait dengan pemilihan ketua OSIS nanti. Intinya kami nanti kepingin pemilihan Ketua OSIS itu nanti seperti  pemilihan kepala daerah. Tentu KPUkan sudah sering melakukan hal tersebut. Untuk itu kami memohon agar KPU Kota Balikpapan dapat memberikan arahan dan bimbingannya,” sebut Ririen Lagi.

 

Sementara itu Noor Thoha berjanji akan memberikan dukungan penuh pada kegiatan Pemilihan Ketua OSIS ini. “Baik hari ini juga saya akan kordinasikan  dengan komioner KPU Kota Balikpapan bidang partisifasi masyarakat, yaitu Bu Endang. Nanti  kami akan memberikan arahan serta bimbingan teknis sekaligus kami juga akan melakukan peminjaman kotak suara dan bilik suara, lengkap dengan bantalan, paku dan tintanya, “ pungkas Noor Thoha.

Selain melakukan sosialisasi di SMA Negeri 5 Balikpapan, KPU Kota Balikpapan juga melakukan hal serupa di SMA dan SMK yang lain yang ada di Balikpapan, di antaranya SMK Negeri 1 Balikpapan yang sudah seminggu lalu dilakukan sosialiasi, dengan inspektur upacara Komisioner KPU Kota Balikpapan Endang Susilowati, yang membidangi Divisi Sosialiasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi masyarakat. Kemudian pada hari ini pula SMA Negeri 3 Balikpapan, SMA Negeri 6 Balikpapan, SMA Negeri 8 Balikpapan dan SMK Negeri 2 Balikpapan. Di mana dari 6 sekolah tersebut, para komisoner KPU Kota Balikpapan hadir sebagai inspektur upacara pada upacara bendera yang sudah biasa digelar pada setiap hari Senin pagi itu. Kecuali untuk SMA Negeri 8 Balikpapan selain dilakukan sosialiasi dengan inspektur upacara Endang Susilowati. Juga dilakukan penyuluhan serta sosialisasi pemilihan Ketua OSIS secara Langu Langsung, Umum, Bebas,  Rahasia (Luber) Jujur dan Adil (Jurdil) sebagai bentuk pendidikan pemilih dalam demokrasi.