BALIKPAPAN—Memasuki tahapan penyelenggaraan Pemilu 2019, di mana salah satunya adalah kesiapan logistik dalam proses Pemilu 2019 yang akan digelar pada 17 April 2019 yang akan datang. Komisi Pemilihan Umum Kota Balikpapan sudah mulai menerima kedatangan logistik berupa bilik suara.

Kedatangan logistik berupa bilik suara ini, tiba di kantor KPU Kota Balikpapan sekitar pukul 14.00 wita, Sabtu siang (20/10/2018). Dengan menggunakan truk container, logistik itu secara bertahap diturunkan dari container untuk disimpan di gudang milik KPU, yang sudah jauh jauh hari gudang tersebut sengaja dikosongkan agar dapat menampung logistik tersebut.

 

Sekretaris KPU Kota Balikpapan Drs Syabrani mengatakan, kedatangan logistik Pemilu 2019 ini merupakan yang pertama kalinya. Di mana logistik yang dikirim adalah bilik suara terlebih dahulu. Ia menyebutkan, bahwa jumlah bilik suara ini seluruhnya berjumlah 8.128 lembar. Kemudian dikemas dalam satu boks, yang jika dijumlahkan menjadi  813 box. Di mana masing box berisi 10 lembar bilik suara.

Lebih lanjut Syabrani mengatakan, kedatangan logistik Pemilu 2019 ini dikirim melalui jasa transportasi laut. Sehingga membutuhkan waktu sekitar 5 hari. “Sebenarnya perjalanan kapal ini dari Tanggerang ke Balikpapan sekitar 3 hari 2 malam. Namun yang membuat lama adalah proses bongkar muat di Pelabuhan Kariangau Balikpapan. Ini memakan waktu hampir 2 hari. Sehingga jika dijumlahkan waktu pengirimannya memakan waktu 6 hari,” ujar Syabrani lagi.

 

Setelah menerima logistik berupa bilik suara untuk Pemilu 2019, KPU Kota Balikpapan dalam waktu dekat akan menerima kotak suara. Di mana jumlah kotak suara ini jumlahnya adalah 5kotak suara X 2060TPS hasilnya adalah 10.300 kotak suara. “TPS kita ka nada 2060, nah jika dikalikan 5 kotak suara, maka hasilnya adalah 1.300 buah,” ujarnya.

 

Syabrani juga menyebutkan, untuk kotak suara pada Pemilu 2019 nanti, sudah tidak sama lagi dengan Pemilu atau Pilkada sebelumnya. “Dahulukan kotak suaranya berbahan alumunium. Nah sekarang kotak suaranya transparan. Namun maaf, saya belum bisa mendiskripsikan  seperti apa bentuk suara itu nanti,” pungkas Syabrani.