BALIKPAPAN—Seluruh Komisoner Komisi Pemilihan Umum se Kalimantan Timur mengikuti Rapat Pimpinan Dalam Rangka melakukan Evaluasi dan Pelaporan Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur tahun 2018 yang digelar di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, 28 – 30 Oktober 2018.

Rapat pimpinan Komisioner KPU dan Sekretaris seKaltim ini di hadiri oleh Seluruh Ketua beserta Anggota beserta Sekretaris mulai dari KPU Provinsi Kalimantan Timur hingga sepuluh KPU Kabupaten/ Kota yang ada di Kalimantan Timur. Hadir pula Komisioner KPU RI  Pramono Ubaid Tanthowi, Gubernur Kaltim Isran Noor, serta sejumlah pejabat utama dari berbagai instansi, mulai dari TNI, Polri, Kabinda serta beberapa pejabat vertikal yang ada di Kalimantan Timur.

Pada acara pembukaan Rapat Pimpinan Dalam Rangka Evaluasi dan Pelaporan Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur Tahun 2018 yang dibuka secara resmi Minggu  malam. Sementara itu Ketua  KPU Kaltim Muhammad Taufik dalam sambutannya mengatakan, pihaknya merasa bersyukur dalam  proses Pemilihan Guburner dan Wakil Gubernur Kaltim yang baru saja usai digelar, semua berjalan lancar tanpa ada kendala yang berarti. “Saya ucapakan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh Ketua dan Anggota KPU yang ada di Kaltim. Berkat kerjasama yang baik yang kita jalin selama ini, Pemilukada tahun ini dapat berjalan dengan baik sesuai dengan yang direncanakan,” ujar M Taufik.

 

Dalam sambutan lain Taufik juga menyampaikan terkait dana hibah dalam penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim Tahun 2018 ini, terjadi sisa anggaran. “Dari dana 310 miliard yang direalisasikan, masih ada sisa anggaran sebesar 57,56 miliar rupiah. Ini artinya dalam penyelenggaran Pilgub kali ini kami bisa melakukan efisiensi. Otomatis dana yang tersisa itu akan kami kembalikan ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur,” ujar M Taufik disambut tepuk tangan meriah oleh seluruh peserta yang hadir malam itu.

Pada kesempatan yang sama, Komisioner KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi turut pula memberikan sambutan. Dalam sambutannya Pramono  mengatakan menurutnya ada tiga  target yang menjadi perhatian serius  pada penyelenggartaan Pilkada pada tahun 2018 ini. Yang pertama adalah hasil pemungutan suara tidak ada gugatan walau alasan apapun. “Karena pada Pemilukada serentak pada tahun  2015 yang lalu, itu ada 5 daerah yang Pemilukadanya ditunda. Termasuk Kalimantan Tengah, besoknya pemungutan suara, tiba tiba keluar keputusan KPU untuk menunda penyelenggaran Pilkada di 5 daerah kala itu. Nah di tahun 2018 ini KPU RI menyatakan sudah tidak ada lagi penundaan pelaksanaan Pilkada. Dan Alhamdulillah Pilgub Kaltim dan Pilbup  PPU pada tahun ini berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Tidak ada yang namanya penundaan,” ujar Pramono.

Kemudian yang kedua dalam sambutan Pramono menyampaikan, bahwa target ke 2 target KPU RI adalah tidak ada pemungutan suara ulang, baik atas rekomendasi  dari Badan Pengawas Pemilu maupun karena putusan Mahkamah Kosntitusi. “Seperti penyelenggaran Pilkada di Kaltim dan PPU saya lihat tidak ada sanggahan dari Bawaslu bahkan sampai Mahkamah Konstitusi. Ini artinya Kaltim dan PPU proses Pilkadanya berjalan dengan baik,” ujar Pramono lagi.

Di tahun 2018 ini, lanjut Pramono, ada beberapa daerah yang melakukan pemungutan suara ulang. “Kalau kita kita lihat Pemilukada tahun 2018 ini ada beberapa daerah yang melakukan pemungutan suara ulang. Seperti di Cirebon maupun di beberapa kecamatan. Baru saja kemarin juga dilakukan pemungutan suara ulang di Sampang, Madura. Melihat situasi itu, jika dibandingkan dengan daerah daerah lain berarti Pemilukada yang ada di Provinsi Kalimantan Timur dan Kabupaten PPU itu sudah cukup baik,” paparnya.

Lalu target yang ke 3 yang disampaikan Pramono adalah dalam sisi penyelenggaraan Pilkada, di mana pada tahun ini  tidak ada perangkat penyelenggara, baik komisioner, sekretariat maupun di seluruh jajaran, mulai dari tingkat provinsi maupun kabupaten kota, kecamatan, keluarahan sampai  tingkat PPS yang mendapatkan sanksi pemberhentian ataupun pelanggaran kode etik yang diterbitkkan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu. “Untuk itulah penyelenggaran Pemilukada yang ada di Kaltim dan PPU bisa berjalan dengan baik,” pungkas Pramono di akhir sambutannya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor dalam sambutannya mengatakan, malam pembukaan Rapat Pimpinan Dalam Rangka Evaluasi dan Pelaporan Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur tahun 2018 juga sekaligus menyongsong Pemilihan Umum, seperti Pemilihan Legislatif, mulai pemilihan DPRD hingga DPR RI dan Pemilihan Presiden 2019.

 

Isran Noor menyampaikan, dalam Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Kalimantan Timur yang baru saja digelar sudah berjalan sesuain dengan tahapannya. Ia berpesan, agar dalam rapim ini agar besok  tinggal membahas detail dan teknisnya saja. “Dalam Pilgub tadi. Penyelenggaraannya sesuai dengan tahapan, sudah. Kemudian dalam penyelenggarannya sesuai dengan perencanaanya yang sudah buat. Hasilnya juga jelas,” ujar Isran Noor disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta yang hadir malam itu.

Usai memberikan sambutan, secara simbolis Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor didampingi Komisioner KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi, Ketua dan seluruh Komisioner KPU Provinsi Kaltim serta Wakapolda Kaltim dan  Irdam VI Mulawarman melakukan pemukulan gong yang dilakukan Isran Noor, sebagai tanda  Rapat Pimpinan Dalam Rangka Evaluasi dan Pelaporan Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur tahun 2018 dimulai.