BALIKPAPAN—Komisi Pemilihan Umum Kota Balikpapan sudah dalam beberapa minggu  terakhir ini gencar melakukan sosialisasi Pemilu 2019 di hampir seluruh SMA atau SMK yang ada di Balikpapan. Sosialisasi yang bertemakan Pemilu Goes To School (GTS) ini kembali digelar di 2 sekolah yang berbeda dalam waktu yang bersamaan, Senin (5/11/2018).

Dua sekolah yang disambangi KPU Kota Balikpapan itu adalah SMA Advent dan SMP Pangeran Antasari. Di mana 2 orang anggota KPU Kota Balikpapan menjadi inspektur upacara bendera yang rutin dilakukan di setiap hari Senin pagi di sekolah tersebut.

Seperti di SMK Pangeran Antasari, yang menjadi inspektur upacara adalah Sunawiyanto, yang merupakan Komisioner KPU Kota Balikpapan. Di hadapan ratusan siswa siswi SMK Pangeran Antasari, Sunawiyanto dalam amanatnya menyampaikan, bahwa penyelenggaran pemilu 2019 saat ini sudah memasuki tahapan kampanye. Di mana pemilih pemula pada Pemilu 2019 yang akan datang menjadi salah perhatian KPU agar dapat memilih pada 17 April 2019 yang akan datang.  “Anak anakku sekalian, diantara kalian siapa yang sudah berusia 17 tahun? Siapa yang sudah memiliki KTP Elektronik?,” ujar Sunawiyanto. Sontak sekitar 300an siswa mengangkat tangan.

 

Sunawiyanto berpesan kepada siswa siswi yang sudah memiliki KTP Elektronik, sudah memiliki hak untuk memilih. “Untuk itu memasuki masa kampanye ini, kalian mempunyai hak untuk menyimak atau melihat langsung saat adanya kampenye. Perhatikan benar benar visi misi yang disampaikan oleh para calon legislatif atau kampanye tim sukses calon presiden dan wakil presiden. Di situ kalian nanti bisa menilai mana yang terbaik. Jadi, pilihlah dengan hati nurani kalian,” pesan Sunawiyanto.

 

Sementara itu, Komisioner KPU Kota Balikpapan lainnya, Purwo Atmojo yang menjadi inspektur upacara bendera rutin Senin di SMA Advent pagi itu, dalam amanatnya juga menyampaikan, bahwa para siswa siswi yang sudah memiliki KTP memiliki hak untuk memilih. “Siapa yang diantara kalian belum memiliki KTP Elektornik? Dan siapa yang sudah memiliki KTP Elektronik?,” ujar Purwo di hadapan ratusan siswa siswi SMA Advent. Ternyata saat ditanya Purwo Atmojo, hampir seluruh kelas 12 sudah memiliki KTP Elektronik.

Lebih lanjut Purwo menyampaikan, bagi siswa yang sudah memiliki KTP itu, agar memastikan dirinya apakah sudah terdaftar sebagai pemilih pada Pemilu Tahun 2019 yang akan datang. “Apakah diantara kalian sudah pernah memilih pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim yang beberapa waktu lalu digelar?,” ujar Purwo dengan nada bertanya. Rupanya hampir sebagian kelas 12 sudah ada yang mengikuti atau menyoblos pada Pilgub Kaltim beberapa waktu lalu.

 

Purwo juga menyampaikan dalam amanatnya, bagi siswa yang sudah memiliki KTP Elektronik, dan belum tahu sudah terdaftar atau belum sebagai pemilih, dirinya mempersilahkan para siswa untuk datang ke kantor kelurahan atau kecamatan. “Di kantor kelurahan itu ada PPS. Dan di kantor kecamatan itu ada PPK. Silahkan anak anakku sekalian datang ke sana, untuk memastikan apakah kalian sudah terdaftar apa belum,” imbuh Purwo Atmojo lagi.

 

Di bagian akhir  amanatnya, Purwo Atmojo menyampaikan, bahwa dalam Pemilu 2019 yang akan datang, ada 5 lembar kertas suara yang akan diterima oleh setiap pemilih. Ke 5 lembar surat suara itu terdiri, surat suara untuk pemilihan Presiden dan Waki Presiden dan surat suara untuk calon anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi Kalimantan Timur dan DPRD Kota Balikpapan. “Jadi nanti kalian akan menerima lima lembar surat suara. Silahkan coblos satu saja calon di lima lembar surat suara tersebut. Satu lembar surat suara itu kalian pilih satu saja calon yang dipilih,” pungkas Purwo Atmojo.

 

Ia juga berpesan kepada siswa siswi SMA Adven yang sudah memiliki hak pilih, sebelum melakukan pemilihan suara, agar para siswa turut serta menyimak dan memperhatikan visi misi dari semua calon. Baik itu calon presiden dan wakil presiden maupun calon anggota legislatif. “Inikan sudah masuk masa kampanye. Kalian simak dan perhatikan visi misi para calon anggota dewan maupun calon presiden. Dan pilihlah sesuai dengan hati nurani,” ujar Purwo Atmojo dipenghujung amanatnya.