BALIKPAPAN—Komisi Pemilihan Umum Kota Balikpapan melaksanakan verifikasi dan klarifikasi calo Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang dilaksanakan selama dua hari di Kantor KPU Kota Balikpapan Sabtu hingga Minggu (10-11 November 2018).

Dilakukannya verifikasi calon anggota PPK ini berdasarkan putusan Mahkamah Kontitusi, yang menyatakan ada penambahan jumlah anggota PPK yang awalnya 3 orang anggota saja, bertambah 2 orang, hingga menjadi 5 orang.

Jumlah peserta yang mengikuti seleksi ini berjumlah 17 orang. Mereka sebelumnya adalah pernah menjadi anggota PPK dan masuk ranking 10 besar saat perekrutan anggota PPK pada pemilihan Gubenur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur yang digelar pada 27 Juni 2018 yang lalu.

Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha mengatakan, bahwa dahulu anggota PPK itu berjumlah 5 orang. Namun setelah terbit Undang Undang Nomor 7 Tahun 2017 yang mengatakan bahwa anggotab PPKm itu hanya 3 orang. “Praktis di dalam perjalanannya kita melakukan evaluasi. Dari lima itu kita eleminasi dua orang. Nah setelah jadi tiga, Undang Undang ini oleh beberapa pihak itu di yudisial review dan digugat ke MK,” ujar Noor Thoha.

Gugatan itu isinya agar jumlah anggota PPK yang tadinya  3 orang itu dikembalikan menjadi 5 orang. “Dan rupanya gugatan itu dikabulkan oleh MK. Atas dasar putusan MK itulah, maka KPU menerbitkan Surat Edaran Nomor 1373 itu. Untuk meminta KPU Kabupaten Kota untuk melakukan rekruitmen ulang, untuk menggenapi yang dua tadi menjadi lima orang,” papar Noor Thoha.

Pasca diterbitkannya Surat Edaran KPU Nomor 1373 itu, KPU langsung memberikan petunjuk teknisnya. “Caranya bagaimana, yangh pertama adalah yang dua tereleminasir pada Pilgub Kaltim yang lalu dipanggil lagi. Kemudian ditambah lagi 5 orang yang masuk kategori sepuluh besar, yang limanya dipangil lagi. Jadi 7 orang perkecamatan yang kita wawancara,” ujar Noor Thoha lagi.

Dari 7 orang yang diwawancarai itu, KPU menanyakan apakah masih bersedia  atau masihkah memenuhi syarat. “Nah, ketika tujuh tujuhnya menyatakan bersedia  dan memenuhi syarat. Maka kan ga bisa kita terima ke tujuhnya. Maka yang bisa dilakukan adalah tes ulang lagi. Yang meliputi tes wawancara, pengetahuan tentang pemilu, sikapnya, atitudenya  dan lain sebagainya yang terkait dengan kepemiluan,” ujar Noor Thoha.

Sebelum KPU melakukan test wawancara ini, dua hari sebelumnya pihak KPU telah menghubungi  7 orang tersebut di masing masing 6 kecamatan melalui  telepon,  untuk memberitahukan dan menawarkan kepada mereka apakah mereka kembali bersedia menjadi anggota PPK pada Pemilu 2019.

Namun saat dilakukannya seleksi, di hari pertama hanya ada 8 yang hadir untuk mengikuti seleksi wawancara. Dan pada hari Minggunya hanya ada 9 orang yang hadir untuk mengikuti tes wawancara. “Yah berdasarkan yang hadir ini, rupanya masing masing kecamatan ada yang hadir dua orang saja, ada yang tiga orang, 4 orang bahkan ada yang satu orang saja,” imbuhnya.

Jika pada seleksi  wawancara ini, masih ada kekurangan, setelah dilakukan test wawancara. KPU Kota Balikpapan akan mengambil dari luar. “Bisa saja kita nanti mengambil dari kalangan akademisi, pratisi hukum atau sosial atau lembaga propesi. Kita lihat saja nanti,” pungkas Noor Thoha.