BALIKPAPAN—Pasca diumumkannyan tentang pendaftaran  Calon Anggota KPU di sejumlah daerah di Kaltim, KPU Kota Balikpapan membuka posko penerimaan berkas bagi  masyarakat yang ingin mendaftakan diri sebagai anggota KPU.

 

Pembukaan pendaftaran tentang calon anggota KPU ini dimulai sejak tanggal 5 hingga 11 Novemvber. Dan ini berlangsung di seluruh kabupaten kota yang ada di Kalimantan Timur. Termasuk Kantor KPU Kaltim juga turut membuka posko penerimaan berkas bagi warga yang ingin mendaftar.

 

Sekretaris KPU Kota Balikpapan Drs Syabarni mengatakan, bahwa pihaknya sengaja membuka Posko dari sejak awal dibukannya pendaftaran hingga akhir pendaftaran. Bahkan tak kepalang tanggung, KPU Kota Balikpapan memberikan waktu hinggal pukul 00.00 wita.  “Ini sengaja saya lakukan, agar warga yang ingin mendaftar sedikit terlambat, maka kami beri waktu hingga pukul 12 malam,” ujar Syabrani.

Selama masa pendaftaran itu, Posko Penerimaan berkas ini selalu dikunjungi berbagai lapisan masyarakat. Kedatangan mereka ke Kantor KPU Kota Balikpapan tidak hanya memberikan berkas semata, namun ada pula warga yang melakukan konsultasi kepada staff KPU.

 

Saat sejumlah warga berkunjung ke kantor KPU, untuk menyerahkan dokumen dan melakukan konsultasi, Syabrani selalu mendampingi pegawainya. Dan ia selalu memberikan arahan serta petunjuk kepada para warga yang mendaftar itu. Agar saat memberikan dokumen, terlebih dahulu dipelajari persyaratannya.

 

“Jadi kami selalu mengingatkan kepada warga yang melamar, agar penuhi dulu semua persyaratan yang sudah ditetapkan oleh tim seleksi. Satu saja ada berkas yang seharusnya dilampirkan tidak diikutsertakan dalam dokumen yang bersangkutan, maka bisa dipastikan gugur. Karena persyaratan awal untuk menjadi anggota KPU itu berawal dari pemeriksaaan dokumen atau berkas. Apabila ada yang kurang atau tidak lengkap, maka secara otomatis akan gugur,” ujar Syabrani kepada sejumlah wartawan di sela-sela KPU melakukan penerimaan dan pemeriksaan dokumen.

 

Lebih lanjut  ia mengatakan, warga yang mendaftar tersebut tidak ada yang ditolak oleh KPU Kota Balikpapan. Sebab saat penyerahan dokumen, KPU Kota Balikpapan sudah menyediakan chek list. “Jadi kami tidak ada satupun menolak dokumen atau berkas dari masyarakat. Kami hanya melakukan pengecekan sesuai dengan chek list yang kita buat sesuai dengan persyaratan yang ditentukan oleh tim seleksi. Kalau seandainya ada warga yang misalnya foto kopi ijazah SMAnya belum dilegalisir, ya kami tulis ijazah belum dilegalisir. Jadi kami tulis apa adanya saja,” ujarnya.

 

Selain menerima dokumen atau berkas pendaftaran, pendaftaran ini juga dilakukan secara online. “Kami juga mempersilahkan warga yang mendaftar untuk menjadi anggota KPU, selain menerima berkas atau dokumen, juga dilakukan pendaftaran secara online. Maka kami juga mempersilahkan warga untuk mendaftar secara online dengan menggunakan komputer milik KPU Kota Balikpapan. Untuk itu, silahkan bagi warga yang belum mendaftar secara online, kami persilahkan menggunakan komputer kami,” papar Syabrani.

Di akhir masa pendaftaran tanggal 11 Novemvber 2018, KPU Kota Balikpapan  membuka Posko pendaftaran hingga pukul 12 malam. Ini tujuannya apabila ada warga yang kekurangan berkas, maka bisa diperbaiki. “Untuk itu kami membuka posko hingga pukul 12 malam. Siapa tau nanti ada warga yang datang ke sini, ternyata  sesampainya di kantor KPU sini berkasnya ada yang kurang. Mereka bisa pulang untuk mengambil dokumen yang kurang tersebut.  Untuk itu kami memberikan kesempatan kepada mereka sampai jam 12 malam nanti,” pungkas Syabrani.

 

Selama posko pendaftaran calon Anggota KPU ini dibuka, dari 5 – 11 November yang lalu, terdapat 41 orang yang sudah mendaftar. Mereka yang mendaftar itu kebanyakan dari anggota PPK, dari kalangan profesi serta dari masyarakat umum.