BALIKPAPAN—Komisi Pemilihan Umum Kota Balikpapan kembali menggelar Sinkronisasi  Hasil Rekapitulasi  DPTHP-1 Perbaikan dan sekaligus menggelar Rapat Pleno Rekapitulasi DPT-HP 2 tingkat Kota Balikpapan, yang digelar di Hotel Sagita Horizon Balikpapan, Senin (12/11/2018).

Hadir pada acara rapat tersebut Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha serta 4 komisionernya yakni, Endang Susilowati, Sunawiyanto, H Rudjito dan Purwo Atmojo. Pada acara ini juga hadir Ketua Bawaslu Kota Balikpapan Agustan dengan didampingi 3 orang anggotanya. Dan Plh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Balikpapan Hasbullah Helmi.

 

Selain dihadiri oleh petinggi dari 3 instansi tersebut, juga hadir Ketua PPK sekota Balikpapan beserta anggotanya, Ketua PPS sekota Balikpapan serta hadir pula LO dari 16 partai politik Peserta Pemilu 2019 tingkat Kota Balikpapan.

 

Dalam rapat sinkronisasi ini, masing masing PPK memberikan laporan terakhir tentang data kependudukan yang masuk kategori pemilih dari 6 kecamatan yang ada di Kota Balikpapan. Para ketua PPK ini secara bergantian maju ke depan untuk membacakan hasil perbaikan.

Lalu siang itu, seluruh Ketua dan anggota PPK dan PPS sekota Balikpapan melakukan sinkronisasi. “Karena memang ada temuan baik itu dari Bawaslu maupun masyarakat umum, yang melaporkan dirinya bahwa dirinya belum terdaftar sebagai pemilih pada pemilu 2019 yang akan datang,” ujar Noor Thoha.

Akibatnya, menurut Noor Thoha, penetapan DPT-HP 2 ini  agak molor dibandingkan dengan rapat pleno sebelum-sebelumnya. “Biasanya  apa yang dibacakan oleh teman teman PPK tentang rekapitulasi yang dilakukan dilakukan di PPK, itu sudah kita tetapkan. Dan ternyata ada perubahan sehingga jalannya pleno ini  menjadi agak terlambat namun Alhamdulillah selesai,” papar Noor Thoha.

 

Setelah melakukan sinkronisasi dari pagi hingga sore hari, acara dilanjutkan dengan menggelar Rapat Pleno Rekapitulasi DDPT-HP 2 tingkat Kota Balikpapan di malam harinya. Hadir pada acara malam itu diantaranya Assisten 1 Sekretaris Daerah Kota Balikpapan Syaiful Bachri, yang mewakili Walikota Balikpapan. Sejumlah pejabat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pejabat Daerah. Diantaranya dari Polres Balikpapan, Kejaksaan Negeri Balikpapan, Pengadilan Negeri Balikpapan, Lembaga Pemasyarakatan Balikpapan dan Rutan Balikpapan.

 

Pada malam itu, seluruh Ketua PPK sekota Balikpapan membacakan hasil rekapitulasi  pasca sinkronisasi yang digelar sebelumnya dari pagi hingga menjelang sore. Usai pembacaan rekapitusasi dari seluruh PPK seBalikpapan. Maka diputuskan hasilnya sebagai berikut :

Noor Thoha menambahkan, pada Pemilu 2019 ini ada mengalami penambahan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Yang awalnya ditetapkan 2.055 TPS, kini mengalami peningkatan menjadi 2.061 TPS. Hal ini terjadi karena di Lapas dan Rutan itu, data pemilihnya cukup banyak. “Karena di Lapas dan Rutan itu penghuninya ada 1.900an, maka nanti  kita akan siapkan sekitar 10 TPS di sana. Sebab di setiap TPS maksimal pemilihnya hanya 300 orang dan tidak boleh lebih,” papar Noor Thoha lagi.

 

Ia juga menyebutkan, hasil rekapitulasi DPTHP-2 ini mengalami penurunan. Di mana awalnya pemilih pada bulan Agustus lalu itu sebesar 424.561 orang. Dan saat ini jumlah pemilih menjadi 423.470. “Ini berarti ada penurunan sekitar seribu. Kenapa seperti itu, karena hasil temuan dari teman teman PPK itu, bahwa betul ada pemilih baru dan ada pula pemilih yang tidak memenuhi syarat. Yang tidak memenuhi syarat itu  itu bisa saja dia meninggal, bisa jadi karena pindah, bisa jadi karena di bawah umur dan lain sebagainya,” ujarnya.

 

Sementara itu, menyangkut temuan oleh Disdukcapil tentang temuan 31 juta secara nasional yang belum masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Noor Thoha mengatakan, bahkan beberapa pihak mengatakan ke 31 juta belum masuk ke DP4. “Tapi kenyataannya tidak seperti  itu, jadi dari tiga puluh satu juta pemilih yang dinyatakan belum masuk DPT itu, ternyata setelah dibreakdown, baik provinsi, baik kabupaten kota. Di Balikpapan ini ada sekitartujuh puluyh dua ribu pemilih yang diklaim belum masuk DPT. Dan ternyata setelah dilakukan sinkronisasi, kita lakujkan pencermata, ternyata ada enam puluh delapan ribu sekian, hampir enam puluh Sembilan ribu itu sudah masuk DPT. Nah selebihnya itulah ada data ganda, ada data tidak valid, ada data meninggal, pindah tidak lapor, pemilih di bawah umur dan sebagainya itu. Jadi itu adalah tidak benar ada penduduk yang jumlahnya tujuh puluh dua ribu tersebut,” ujar Noor Thoha lagi.

 

Ia juga menambahkan, KPU Kota Balikpapan bisa membuktikan dari 72 ribu yang di Balikpapan, ternyata 68 ribu itu aktif, yang dalam artian sudah masuk dalam DPT.