BALIKPAPAN—Pemilu yang digelar pada 17 April 2019 nanti berbeda dengan Pemilu yang digelar sebelumnya. Di mana untuk kotak suara yang tadinya berbahan alumunium, kali ini berubah bahannya yang terbuat dari kertas duplex, sejenis kertas karton yang memiliki ketebalan sekitar 5mm dan ada rongga di dalamnya.

Kotak suara pada Pemilu 2019 ini, juga sengaja didesain dengan membuat lubang persegi empat kemudian dilapisi mika yang letaknya di salah satu sisi kotak suara tersebut. Tujuan dibuatnya kotak suara seperti ini, diantaranya agar warga dapat melihat isi surat suara di dalam kotak suara tersebut. Kemudian lebih mudah diangkat dibandingkan dengan kotak suara berbahan alumunium. Sedang ukurannya sama dengan kotak suara para Pemilu sebelumnya, yaitu berukuran panjang 40cm, lebar 40cm dan tinggi 60cm.

Namun demikian, kotak suara berbahan kertas duplek/karton ini, rupanya butuh perhatian khusus untuk merawatnya. Sebab tidak menutup kemungkinan kotak suara tersebut mengalami kerusakan. Seperti terkena air dan di makan rayap.

Sekretaris KPU Kota Balikpapan Drs Syabrani mengatakan, setelah pihaknya menerima kotak suara beserta bilik suara yang keduanya berbahan kertas karton. Ada beberapa tahapan agar kotak suara dan bilik suara dapat terpelihara fisiknya hingga pencoblosan pada 17 April 2018 yang akan datang.

Ia menyebutkan, bahwa saat ini kotak suara maupun bilik suara sudah disimpan rapi di gudang KPU Kota Balikpapan. Namun tak hanya sekedar meletakannya di dalam gudang begitu saja. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Semua kotak suara dan bilik suara saat ini masih dalam keadaan belum dirakit. “Jadi kotak kotak suara maupun bilik suara itu masih dalam keadaan belum dirakit. Dan terbukungkus plastik. Di mana satu bungkus plastik terdapat 10 lembar kotak suara maupun bilik suara. Plastik ini sengaja tidak dilepas. Guna menghindari masuknya air atau ada binatang seperti rayap dan binatang sejenisnya. Walau gudang kami ini diyakini tidak aka ada kebocoran baik dari atap maupun plafon, kami tetap membungkusnya dengan plastik,” ujar Syabrani saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Kamis (29/11/2018).

Selain membungkus rapi lembaran kotak suara maupun bilik suara dengan plastik. Kemudian disusun dengan cara ditumpuk. KPU kota Balikpapan juga membuat tempat berbentuk persegi berukuran 1meter X 1meter dengan ketebalan sekitar 25cm. Kayu kayu ini dirakit terlebih dahulu yang nantinya akan diletakan di lantai kemudian di atasnya diletakanlah tumpukkan lembaran kotak suara maupun lembaran bilik suara.

Namun sebelum kayu-kayu ini digunakan, terlebih dahulu disemprot dengan zat kimia semacam pestisida yang tujuannya agar terhindar dari rayap atau hewan sejenisnya. “Cairan itu disemprotkan ke seluruh lapisan kayu tersebut. Kemudian kayu itu dijemur di bawah teriknya matahari hingga kering, lalu digunakan. Tujuannya supaya rayap dan hewan sejenisnya tidak bisa mendekat ke kayu tersebut,” ujar Syabrani.

Perawatan kotak suara dan bilik suara ini, memang mutlak dilakukan oleh KPU Kota Balikpapan. Dikarenakan berbahan kertas/karton yang sangat rentan mengalami kerusakan. Baik itu terkena biasan air atau masuknya rayap. “Jadi ini kami lakukan agar kotak suara dan bilik suara itu tetap terjaga konidisinya. Untuk itu sejak sekarang hingga menjelang pencoblosan, seluruh logistik seperti kotak suara dan bilik suara ini akan kami pantau terus kondisinya. Dari hari ke hari. Ini mutlak dilakukan agar kotak suara dan bilik suara ini terjaga kondisinya dan dapat digunakan pada 17 April 2019 yang akan datang,” pungkas Syabrani.