BALIKPAPAN—Komisi Pemilihan Umum Kota Balikpapan mengadakan Diskusi Demokrasi dengan mengundang sejumlah pengurus PKK sekota Balikpapan dan kaum disabilitas kota Balikpapan, Selasa (11/12/2018).

Kaum disabilitas yang dimaksud ini adalah merekayang tergabung dalam Gerkatin atau Gerakan Untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia dan Semangat Muda Tuli atau Semut Kota Balikpapan.

Hadir pada acara diskusi ini diantaranya Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha dan 4 komisioner KPU Kota Balikpapan lainnya, seperti, Endang Susilowati, Sunawiyanto, Rudjito dan Purwo Atmojo.

Kehadiran para anggota Gerkatin dan Semut serta pengurus PKK sekota Balikpapan ini sangat berdampak bagi mereka. Khususnya bagi mereka tuna runguu yang memiliki hak yang sama sebagai warga negara Indonesia dalam mengikuti Pemilihan Umum yang akan diadakan pada Rabu 17 April 2019 yang akan datang.

Menurut Endang Susilowati, selaku komisioner KPU Kota Kota Balikpapan yang membidangi partisipasi masyarakat mengatakan bahwa pertemuan adalah rangkaian sosialiasi Pemilu 2019 yang kali ini segmentasinya adalah kaum perempuan dan kaum disabilitas. “Harapannya bagi rekan rekan perempuan dan teman teman disabilitas bisa memahami, apa sih hak mereka sebagai pemilih dan apa saja yang harus mereka persiapkan ketika mereka masuk ke TPS,” ujar Endang Susilowati.

Lebih lanjut Endang Susilowati mengatakan, sosialiasi yang digagas KPU ini berbasis keluarga. Di mana keluarga merupakan kelompok terkecil yang dapat memberikan gambaran serta pemahaman tentang Pemilu. “Dan dari sosialisasi berbasis keluarga inilah betul betul digencarkan. Dari informasi di keluarga  inilah akan lebih cepat sampai. Karena keluarga adalah lingkungan yang terkecil yang ada dalam masuarakat kita dan lebih dekat antara satu dengan yang lain. Seperti antara orang tua dan anak. Dan anak dengan kakak atau adiknya,” ujar Endang Susilowati.

Ia juga mengatakan, terkait kaum disabilitas ini KPU Kota Balikpapan berupaya mengajak mereka untuk aktif mengggunakan hak pilihnya. “Perlu diingat, mereka ini memiliki hak pilih. Dan mereka berhak untuk memilih. Dan saat ini KPU berupaya untuk memfasilitasi kaum disabilitas terserbut dengan membuat TPS yang ramah terhadap kaum disabilitas,” papar Endang Susilowati.

Selain memberikan akses khusus bagi kaum disabilitas di setiapTPS. KPU juga berupaya menggaungkan kepada kaum tuna rungu ini, bahwa Pemilu ini sebuah kegiatan yang menyenangkan bagi mereka dan KPU sudah berupaya untuk memfasilitasinya.

Pada kesempatan ini pula, Endang Susilowati menyampaikan tentang pemberitaan yang berbau hoax dan praktik money politik. Menurutnya hoax dan money politik ini begitu penting untuk disampaikan kepada mereka. “Seperti kaum ibu ibu yang kadang kala mendapatkan informasi di media sosial tidak disaring dulu. Tanpa dipertimbangkan dulu dan langsung menshare. Itukan tidak benar. Makanya dalam kesempatan ini pula kami menyampaikan tentang hal hal terkait dengan hoax. Apalagi memasuki masa kampanye ini, sangat rentan dengan black campaign. Maka dari itu, kita sampaikan bijaklah dalam bermedia sosial,” pungkas Endang Susilowati.