Ming. Nov 17th, 2019

KPU Kota Balikpapan

Situs Resmi KPU Kota Balikpapan

KPU Kota Balikpapan Umumkan DPT-HP2 Hingga Larut Malam

BALIKPAPAN—Komisi Pemilihan Umum menggelar Rapat Pleno Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan atau DPT-HP2 yang digelar di Ballroom, Hotel Novotel, Senin (10/12/2018).

Hadir pada acara itu diantaranya Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha, dan 4 komisioner KPU Kota Balikpapan lainnya, seperti Endang Susilowati, Sunawiyanto, Rudjito dan Purwo Atmojo. Serta hadir pula ketua dan anggota Bawaslu Kota Balikpapan. Ketua dan anggota PPK sekota Balikpapan. Ketua PPS Sekota Balikpapan dan seluruh LO dari Partai Politik peserta Pemilu 2019.

Rapat Pleno DPT-HP ini juga dihadiri Asisten 1 Sekretaris Daerah Kota Balikpapan Drs Syaiful Bachri, para Camat sekota Balikpapan, Lurah sekota Balikpapan dan sejumlah pejabat dilingkungan Pemkot Balikpapan.

Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha dalam sambutannya mengatakan, pada Rapat Pleno ini adalah hasil pencermatan rekapitulasi perbaikan penyempurnaan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan 2. Penyempurnaan ini sebenarnya telah dilakukan sebulan yang lalu. Namun oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil ada 31 juta yang dianggap belum terdaftar dalam DPT. “Dari 31 juta penduduk secara nasional itu setelah dibreakdown, Balikpapan mendapatkan sekitar 72 ribu warga yang datanya ada di Disdukcapil namun belum terdaftar di DPT,” ujar Noor Thoha.

Dari 72 ribu warga yang dinyatakan belum terdaftar itu, KPU kembali melakukan pencermatan secara satu persatu. Ternyata dari 72 ribu penduduk yang dinyatakan belum terdaftar di DPT itu rupanya sudah ada yang aktif dan masuk dalam DPT. “Namun yang menjadi masalah adalah namanya aktif tetapi tidak ada di DPT. Makanya kita pastikan melalui ketua RTnya. Kita tanyakan ke Pak RT apakah nama yang dimaksud ini masih ada atau tidak. Tenyata di lapangan di temukan ada warga yang sudah meninggal. Ada yang pindah tanpa lapor. Jadi bukan ganda, tetapi datanya aktif tetapi tidak ada di DPT. Dan ternyata oleh Pak RT juga menyatakan tidak tahu, maka kita nyatakan itu TMS,” papar Noor Thoha.

Begitu pula dengan nama nama warga yang terdaftar di Disdukcapil namun belum masuk DPT, maka KPU segera memasukan nama nama itu sesuai domisili dan TPSnya. Karena batas maksimal setiap TPS itu berjumlah 300 pemilih, maka KPU akan mencarikan TPS yang terdekat, agar warga ini dapat menyoblos pada hari pemungutan suara 17 April 2019 yang akan datang. “Itulah kesulitan kita sehingga acara ini tidak mungkin selesai setengah hari. Untuk itu disela sela acara penyempurnaan data itu, KPU juga melakukan dummy surat suara yang ditandatangani oleh LO setiap partai politik peserta Pemilu 2019,” imbuh Noor Thoha.

Rupanya dalam pencermatan data pemilih ini, waktu yang tadinya diagendakan berakhir siang hari, maka diperpanjang waktunya hingga malam hari dan tempatnyapun berpindah dari Ballroom Hotel Novotel beralih ke Aula Kantor KPU Kota Balikpapan.

Dalam pertemuan lanjutan tersebut, sejumlah LO Parpol menyampaikan kepada komisoner tentang adanya penyempurnaan daftar pemilih. Sebab menurut mereka, daftar pemilih selalu mengalami perubahan. Menurut Noor Thoha, data yang diterima KPU dari Disdukcapil itu memang harus dicermati secara satu persatu, sehingga memakan waktu yang lama. “Kan tidak mungkin kami berkerja gegabah. Diabaikan saja. Atau dimasukkan saja. Kalau kita masukkan semua daftar sebanyak 72 ribu itu tanpa diverifikasi maka akan timbul pemilih ganda, yang nantinya akan belipat-lipat jumlahnya. Maka KPU atas data pemilih ini berkewajiban memverifikasi secara satu demi satu. Verifikasi itu pertama verifikasi adminitrasi kemudian verifikasi faktual. Verifikasi adminitrasi ini kemudian disandingkan dengan DPT yang sudah ada, inilah yang memakan waktu lama, hingga rapat pleno ini baru selesai tengah malam seperti ini,” kata Noor Thoha.

Sebelum dilakukan verifikasi adminitrasi ini, KPU terlebih dahulu telah melakukan verifikasi faktual dengan mengunjungi ketua RT bagi warga yang belum masuk di DPT.”Rupanya saat dikunjungi ketua RTnya, kok kenapa ada warga yang belum masuk ke DPT. Nah ketika sudah terpenuhi, seperti sudah disandingkan dengan data DPT dan ada yang kita cek di lapangan sudah betul tidak ada orangnya. Nah sisanya itu aktif tetapi tidak ada di DPT, itulah yang kita masukkan secara satu persatu juga. Nah itulah yang membuat lama hingga rapat baru selesai saat ini,” pungkas Noor Thoha.