Ming. Nov 17th, 2019

KPU Kota Balikpapan

Situs Resmi KPU Kota Balikpapan

Puluhan Nelayan Manggar Ikuti Sosialisasi Pemilu 2019

BALIKPAPAN—Komisi Pemilihan Umum Kota Balikpapan menggelar sosialisasi Pemilihan Umum Tahun 2019 yang digelar di Ruang Pertemuan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Kamis pagi (13/12/2018).

Sosialisisasi bertema Pilot Project Pendidikan Pemilih ini dihadiri oleh seluruh Komisioner KPU Kota Balikpapan, diantaranya Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha, didampingi 4 anggotanya diantaranya Endang Susilowati, Sunawiyanto, Rudjito dan Purwo Atmojo.

Dalam sosialisasi ini hadir sebanyak 50 orang yang rata-rata dari kalagan nelayan dan ibu rumah tangga yang menetap tak jauh dari kawasan tersebut. Mereka tampak serius menyimak paparan yang disampaikan oleh sejumlah komisioner KPU Kota Balikpapan.

Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha dalam paparannya menyampaikan, betapa pentingnya proses pemilihan umum itu. Sehingga peran serta masyarakat dalam hal ini warga negara memiliki hak yang sama untuk memilih. “Pada Pemilu nanti bapak ibu akan memilih presiden dan calon legislative. Mulai dari calon legislative tingkat kabupaten kota, tingkat provinsi, tingkat DPR RI, DPD RI hingga pemilihan presiden dan wakil presiden,” ujar Noor Thoha dalam paparannya.

Ia juga menambahkan, saat ini masyarakat tengah dihadapkan masa kampanye. Di mana banyak sekali gambar atau foto foto yang terpampang di beberapa lokasi pemukiman warga dan di area terbuka. Kehadiran foto foto atau gambarsebagai bentuk alat peraga kampanye itu tak lain untuk memperkenalkan foto yang bersangkutan kepada masyarakat luas. “Nah, mereka mereka yang saat ini sedang menjadi Caleg tersebut, salah satu bentuk kampanye mereka adalah memasang foto foto mereka. Itu salah bentuk kampanye agar bapak bapak ibu ibu mengenal mereka,” ujar Noor Thoha lagi.

Selain adanya alat peraga kampanye atau APK itu, para Caleg itu juga diperbolehkan untuk melakukan sosialiasi atau blusukan ke rumah rumah warga. “Kegiatan semacam ini diperbolehkan saja. Dan sudah diatur oleh undang undang. Bahwa semua caleg memiliki wewenang blusukan ke rumah rumah atau kampong kampong untuk melakukan pertemuan dan dialog. Ini syah syah saja,” lanjut Noor Thoha lagi.

Ia juga menyampaikan, bahwa ada beberapa hal yang dilarang dalam melakukan kampanye. Seperti pemberian uang atau beras. “Mohon diingat bapak ibu, bahwa apabila ada Caleg yang memberikan uang kepada warga, keduanya bisa dipidana. Baik yang memberi maupun yang menerima sama sama mendapat ancaman hukuman pidana. Termasuk memberikan beras juga dilarang,” ujarnya.

Noor Thoha juga mengatakan, hal hal yang diperbolehkan dalam kampanye selain melakukan pertemuan dengan warga. Para Caleg diperbolehkan memberikan baju kaos, payung atau mug. “Pemberian baju, seperti kaos, gelas atau mug bergambar Calegnya itu boleh. Dan memang sudah diatur dalam undang undang. Jadi kalau sudah berbentuk uang atau beras itu dilarang. Dan jelas ada ancaman hukumannya,” pungkas Noor Thoha.

Selain Noor Thoha yang menyampaikan paparan dalam pertemuan tersebut, kedua komisioner lainnya, ikut pula memberikan materi. Seperti Purwo Atmojo, selaku komisoner yang membidangi divisi data. Menurutnya, pada Pemilihan Umum yang dilaksanakan pada 17 April 2019 yang akan datang, ada terdapat 2061 Tempat Pemilihan Suara atau TPS yang tersebar di seluruh wilayah di Balikpapan. Dan dalam proses pemilhan nanti, setiap TPS maksimal hanya ada 300 pemilih. “Kenapa satu TPS hanya dibatasi maksimal 300 pemilih, Karena saat pemilihan nanti ada lima lembar surat suara. Sehingga membutuhkan waktu yang lama saat melakukan perhitungan nanti,” ujar Purwo Atmojo.

Purwo juga menyampaikan kepada para peserta yang hadir, agar para warga sudah terdaftar sebagai pemilih dan masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap atau DPT. “Jadi bapak ibu yang ingin memastikan sudah terdaftar sebagai pemilih silahkan datang ke PPS yang ada di kantor kelurahan dengan membawa KTP Elektronik,” ujar Purwo Atmojo.

Selain Noor Thoha dan Purwo Atmojo, giliran Komisoner lain ikut pula memberikan materi, yakni Rudjito, komisioner KPU Kota Balikpapan yang membidangi divisi logistik. Dalam paparannya Rudjito menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan Pemilu 2019 nanti, warga akan diberikan 5 lembar surat suara. Masing masing surat suara berbeda beda. Yaitu surat suara untuk pemilihan presiden dan wakil presiden hingga pemilihan calon anggota DPR-RI, DPD-RI, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten kota. “Untuk itu, bapak ibu sebelum memilih pastikan siapa yang akan dipilih. Gunakan hati nurani bapak ibu sekalian saat proses pemilihan nanti. Jadi jangan sia-siakan hak pilih bapak ibu. Manfaatkan benar hak pilih bapak ibu. Sebab itu sangat berpengaruh kepada negara kita. Mereka yang duduk di DPR adalah wakil kita untuk memperjuangkan warganya. Termasuk pula dalam memilih presiden, juga berada di tangan bapak ibu sekalian. Sekali lagi saya memphon agar bapak ibu menggunakan hak pilihnya,” pungkas Rudjito dalam materi yang disampaikan.

Usai penyampaian materi, seluruh komisioner KPU Kota Balikpapan melakukan sesi foto bersama. Di mana seluruh peserta bekesempatan memanfaatkan momen foto bersama ini seraya mengacungkan tanda jempol, sebagai tanda agar Pemilu 2019 nanti dapat berjalan sukses.