Ming. Nov 17th, 2019

KPU Kota Balikpapan

Situs Resmi KPU Kota Balikpapan

Mendekati Pemilu, KPU Bentuk Relawan Demokrasi

BALIKPAPAN—Untuk meningkatkan partisipasi jumlah pemilih pada Pemilu 2019 yang akan datang, KPU Kota Balikpapan membentuk Relawan Demokrasi dengan merekrut masyarakat dalam berbagai segmen. Perekrutan ini dibuka sejak tanggal 10 hingga 14 Januari. Di mana saat pendaftaran ditutup ada sebanyak 80 orang yang telah mendaftar, pada Senin sore (14/01/2019).

Komisioner KPU Kota Balikpapan Endang Susilowati mengatakan, Relawam Demokrasi yang dibentuk ini mengalami mengalami perkembangan segmen. Di mana saat Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur yang digelar tahun lalu, segmen Relawan Demokrasi ini hanya meliputi 6 segmen saja. Yaitu segmen pemilih pemula, pemilih perempuan, disabilitas, segmen antar agama, pemilih marginal dan pemilih komunitas.

Sedang pada Pemilu 2019 kali ini, Relawan Demokrasi ini bertambah menjadi 11 segmen atau basis pemilih. Penambahan segmen atau basis pemilih itu adalah Pemilih Keluarga, Pemilih Pemula, Pemilih Muda, Pemilih Disabilitas, Pemilih Berkebutuhan Khusus, Pemilih Lintas Agama, Pemilih Marginal, Pemilih Perempuan, Pemilih Komunitas dan Pemilih warga Internet.

Tugas dari Relawan Demokrasi ini menurut Endang Susilowati adalah merupakan perpanjangan tangan dari KPU Kota Balikpapan, terkait dengan sosialisasi pelaksanaan pemungutan suara yang akan digelar pada 17 April 2019 yang akan datang. Di mana tugas utama para Relawan Demokrasi ini adalah menyampaikan semua informasi terkait kepemiluan. Pertama mengenai hak pilih, sesuai dengan segmen atau basis para relawan itu sendiri.

Materi sosialisasi yang harus disampaikan oleh Relawan Demokrasi itu adalah tentang pentingnya demokrasi. Pemilu dan partisipasi. Tanggal, hari dan jam pemungutan suara. Kemudian menyampaikan tata cara pemberian suara dalam Pemilu. Pengenalan peserta Pemilu. Dan hal yang lain yang dianggap sesuai dengan kebutuhan basis pemilih.

Dari 55 orang relawan itu, akan dibagi 11 segmen. Jadi masing masing segmen terdiri dari 5 orang, yang tugasnya sesuai dengan 11 segmen yang sudah ditentukan oleh KPU. Dari 11 segmentase itu, nantinya akan diisi oleh orang orang yang sesuai dengan kompetensinya. “Jadi kompetensi yang kami lihat teruatama adalah dari pengalaman mereka. Kalau seandainya mereka biasa di segmen komunitas, maka kami masukan ke segmen komunitas,” ujar Endang Susilowati.

Lebih lanjut Endang mengatakan, dalam Relawan Demokrasi tersebut yang diisi oleh kalangan mahasiswa, belum bisa dipastikan mereka dimasukan disegmen mahasiswa. “Jadi kita lihat dulu, apakah dia kompetibel di segmen warga internet, atau di pemilih mudanya atau bahkan perwakilan dari pemilih pemula,” imbuh Endang lagi.

Menariknya Relawan Demokrasi yang dibentuk pada Pemilu 2019 ini adalah adanya basis atau segmen warga internet. Yang memang tidak familiar sebelumnya. Di mana salah satu syarat untuk masuk di segmen warga internet ini adalah memiliki 3 akun media sosial. “Tiga akun media sosial yang dimaksud ini adalah Twitter, Facebook dan Instagram. Di mana jumlah followernya untuk wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara dan Papua, itu berjumlah seribu follower. Dan disinikan yang sedikit unik. Dan mereka dapat menggunakan media sosial sebagai sarana untuk melakukan sosialisasi Pemilu 2019,” ujar Endang lagi.

Selain memiliki minimal 1000 follower di tiga akun media sosial, Relawan Demokrsi segmen warga internet ini juga harus mampu mengoperasikan sosial media, membuat content, desain, slogan dan membuat meme-meme yang mampu menggugah para pengguna internet.

Untuk tugas para Relawan Demokrasi ini sendiri berlangsung selama 3 bulan, sejak 17 januari hingga 17 April 2019 nanti. Di mana pada tanggal 15 Januari akan diseleksi berkasnya. Dan tanggal 16 KPU akan melakukan klarifikasi atau wawancara singkat terkait dengan kemampuan dasar mereka untuk menjadi agen sosialisasi. “Namun yang terpenting di sini adalah, para calon relawan ini bukan dari pengurus atau simpatisan partai politik atau calon legislatif tertentu. Dia harus tetap netral. Dan yang terpenting adalah mereka sudah terdaftar dan masuk dalam Daftar Pemilih Tetap atau DPT pada Pemilu 2019,” papar Endang Susilowati.

Yang menjadi skala prioritas dalam perekrutan Relawan Demokrasi ini menurut Endang adalah para relawan yang memiliki sertifikat kegiatan KPU, seperti kursus kepemiluan atau pendidikan Pemilu lainnya yang digelar KPU Kota Balikpapan. “Jadi mereka yang menjadi prioritas itu adalah mereka yang memiliki sertifikat atau piagam yang diterbitkan KPU saat mereka mengikuti kegiatan kursus kepemiluan atau kegiatan lainnya,” pungkas Endang Susilowati.