Ming. Sep 22nd, 2019

KPU Kota Balikpapan

Situs Resmi KPU Kota Balikpapan

Seluruh Anggota PPS dan PPK sekota Balikpapan Ikuti Rakor DPTb

BALIKPAPAN—Seluruh anggota PPS dan PPK sekota Balikpapan mengikuti Rapat Koordinasi Daftar Pemilih Tetap Tambahan atau DPTb yang digelar di aula Kantor KPU Kota Balikpapan, Kamis siang (31/01/2019).

Hadir pada acara tersebut seluruh Komisioner KPU Kota Balikpapan, diantaranya Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha, beserta 4 komisioner lainnya seperti Endang Susilowati, Sunawiyanto, H Rudjito dan Purwo Atmojo.

Dalam pertemuan ini, ada beberapa hal yang dibahas, diantaranya menindaklanjuti surat dari KPU RI terkait denganb perbaikan DPT-HP2 yang sudah dilakukan sebelumnya. Komisoner KPU Kota Balikpapan Endang Susilowati mengatakan, Rakor ini juga membahas penyusunan pemilih dalam DPTb dan pemilih Daftar Pemilih Khusus atau DPK. “Pada pertemuan ini pula ada kemungkinan perbaikan dari DPT-HP 2 itu sendiri. Terkait data ganda, data anomaly serta pemilih yang Tidak Memasuki Syarat atau TMS,” ujar Endang Susilowati.

Harapannya dari hasil Rakor yang digelar hari ini menurut Endang Susilowati dapat dijadikan bahan untuk pencermatan kembali bersama Bawaslu. Yang nantinya KPU Kota Balikpapan akan meminta rekomendasi tentang pemilih ganda dan pemilih DPK. “Kita lihat saja nanti, bersama Bawaslui, untuk pemilih ganda apakah akan kita coret atau seperti apa,lanjut Endang Susilowati.

Sementara itu, untuk pemilih DPK yang belum masuk dalam DPT diupayakan KPUagar Bawaslu memberikan rekomendasi agar dapat masuk ke dalam DPT.

Lebih lanjut Endang Susilowati mengatakan, yang membedakan DPTb dengan DPK adalah, kalau DPTb ini adalah sudah terdaftar dalam DPT, tetapi tidak bisa menggunakan hak pilihnya di TPS di mana dia terdaftar pada Pemilu 17 April 2019 yang akan datang. Dikarenakan beberapa hal, antara lainm, bekerja di luar domisilinya atau sedang belajar di luar daerah pemlihannya.

“Contohnya, apabila ada warga Balikpapan sedang kuliah di Bandung, sedang yang bersangkutan masih memiliki KTP Elektronik dan terdaftar di daerah asal Balikpapan. Maka warga ini harus melapor ke PPSnya untuk meminta Formulir A5. Nah dengan formulir A5 inilah nanti yang digunakan warga tadi untuk mencoblos di Bandung. Dan yang wajib diingat bagi warga negara yang memiliki formulir A5 saat Pemilu nanti, dia hanya bisa mencoblos satu lembar surat sauara saja, yaitu surat suara calon presiden dan wakil presiden. Karena Kaltim dan Jabar berbeda Dapil,” papar Endang Susilowati lagi.

Sedang untuk DPK lanjut Endang Susilowati, adalah warga yang tidak atau belum masuk di dalam DPT. Sehingga ketika yang bersangkutan ingin memilih, hanya cukup menunjukan KTP Elektronik, sesuai dengan alamat TPS di mana yang bersangkutan tinggal. Sedang apabila yang bersangkutan berada di luar daerah otomatis yang bersangkutan tidak bisa mencoblos. Karena syarat untuk memperoleh form A5, pemilih tersebut terdaftar sebagai pemlih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu serentak tahun 2019.