BALIKPAPAN—Menjelang hari pencoblosan pada tanggal 17 April 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan tengah melakukan berbagai persiapan. Persiapan ini dilakukan secara bertahap, terutama kesiapan logistik. Mulai dari surat surat suara, berbagai formulir yang digunakan untuk mencatat penghitungan rekapitulasi suara di semua TPS, bilik suara dan kotak suara. Selain itu juga KPU sudah menyiapkan tenaga yang tergabung dalam KPPS atau Kelompok Penyelenggara Pemumngutan Suara di 2055 TPS yang tersebar di 6 kecamatan dan 34 kelurahan sekota Balikpapan.

Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha mengatakan, kesiapan Pemilu 2019 ini terus digalakkan. Bahkan seluruh staff dan tenaga pendukung yang ada di KPU Kota Balikpapan harus bekerja ekstra, dari pagi hingga tengah malam. Bahkan hari libur dan tanggal merah pun para staff dan tenaga pendukung, termasuk seluruh komisioner, sekretaris dan seluruh Kasubbag Sekretariat KPU Kota Balikpapan turut bekerja mempersiapkan seluruh kebutuhan dalam proses pemungutan suara nanti.

Untuk pelipatan surat suara sudah dilakukan pada pertengahan bulan Maret lalu, dengan mengerahkan 300 relawan. Mereka berasal dari warga sekitar kantor KPU Kota Balikpapan dan ratusan warga di luar kawasan kantor KPU Balikpapan. Dalam pelipatan surat suara dibutuhkan waktu selama 10 hari. Setelah dilakukan penyortiran dan pelipatan surat suara. KPU Kota Balikpapan melakukan pengesetan surat suara, berbagai formulir untuk mencatat hasil rekapitulasi perolehan suara dan sampul formulir. Pengesetan ini juga melibatkan tenaga dari PPK dan PPS serta sejumlah PNS dari seluruh kelurahan yang ada di Balikpapan. “Saat ini kami banyak melakukan kegiatan yang dilakukan secara bertahap. Mulai dari penyortiran dan pelipatan surat suara beberapa minggu lalu. Pengesetan surat suara, formulir dan sampulnya, termasuk surat suara sesuai dengan kebutuhan yang ada di 2055 TPS sekota Balikpapan ini,” ujar Noor Thoha.

Saat ini KPU juga tengah mendistribusikan surat suara, formulir C dan C1 serta kertas plano yang kemudian dimasukkan ke dalam kotak suara. Pendistribusian logistik Pemilu ini juga dilakukan secara bertahap. Di mulai dari kelurahan yang terjauh terlebih dahulu, kemudian disusul dengan kelurahan kelurahan terdekat dari Kantor KPU Kota Balikpapan.

Dalam pendistribusian logistik Pemilu ini, KPU Kota Balikpapan tidak hanya melibatkan seluruh staff KPU sendiri, namun juga melibatkan tenaga buruh dari luar. Hal ini sengaja dilakukan dikarena jumlah tenaga pendukung dan staff KPU Kota Balikpapan dinuilai kurang untuk melakukan pendistribusian serta kelengjkapan logistik yang akan didistribusikan ke seluruh keluarahan yang ada di Balikpapan dan dilanjutkan ke seluruh TPS hingga satu hari menjelang pencoblosan. “Jadi kami pastikan, seluruh logistik ini sudah ada di TPS satu hari sebelum pencoblosan,” papar Noor Thoha lagi.

Jadi setelah dilakukan penyortiran surat suara, pengesetan surat suara, berbagai jenis formulir yang sudah dikelompokkan ke dalam sampul. Ditambah lagi dengan sejulmlah peralatan pelengkap seperti tinta, paku dan bantalannya, bilik suara dan kotak suara, sampai saat ini terus dilakukan. Dan dengan mengggunakan truk seluruh kebutuhan logistik pemilu ini masih terus didistribuisikan ke kantor kelurahan yangh selanjutnya sehari sebelum pencoblosan seluruh logistik tersebut sudah harus berada di seluruh TPS yang ada di Balikpapan.

Noor Thoha juga menyampaikan, mampu atau tidak mampu, suka ataupun tidak suka, sebelum H-1 seluruh logistik masuk di TPS yang sudah menjadi kewajiban KPU. “Entah bagai mana caranya kita harus kebut. Tapi ga usah heran, inikan dari tahun ke tahun seperti ini,” ujarnya lagi.

Sementara itu kendala yang dihadapi KPU tidak memiliki gudang yang luas. Sehingga dalam melalukan pengesetan logistik pemilu dilakukan di beberapa ruang bahkan di halaman kantor hingga KPU terpaksa mendirikan tenda untuk menumpuk kotak suara dan bilik suara. “Kalau kita punya gudang yang luas, jauh jauh hari kita setting semua. Tidak seperti sekarang ini, KPU terpaksa menggunakan halaman kantor untuk didirikan tenda yang digunakan untuk melakukan pengesetan logistik Pemilu. Ini menjadi evaluasi kita ke depannya,” imbuh Noor Thoha lagi.

Begitu pula dengan faktor cuaca, apabila turun hujan, mau tidak mau seluruh kotak suara yang tadinya tersusun rapi untuk diisi logistik pemilu,terpaksa harus diangkuti kembali ke dalam gudang. “Faktor cuaca juga sangat berpengaruh. Seperti hujan misalnya, mau tidak mau kita harus meringkesi kembali kotak suara itu ke dalam gudang kita yang kecil,” ujarnya.

Selain kebutuhan logistik yang siap didistribusikan ke kelurahan, Noor Thoha juga menghatakan, masih ada sedikit kekurangan surat suara, yang jumlahnya 23.000 dan sudah datang seperuhnya. “Jadi masih tinggal sekitar sepuluh ribu surat suara lagi yang akan tiba dalam dekat ini,” imbuhnya.

Sementara itu untuk kotak suara yang dibutuhkan di 2055 TPS diakui Noor Thoha sudah mencukupi. Artinya, jika satu TPS ada lima kotak suara, maka jumlah keseluruhannya adalah sebanyak 10.275 kotak suara. Di mana target KPU Kota Balikpapan sendiri adalah satu hari satu kecamatan. Untuk melakukan pendistribsuian logistikPemilu. Dan saat ini KPU sudah mendistribusikan ke sebagian kecamatan yang ada di Balikpapan. Dengan target satu hari satu kecamatan tentu saja tidak semudah yang dibayangkan. Sebab masing masing kecamatan itu ada beberapa kelurahan. Dan masing masing kelurahan ada puluhan TPS. Sehingga KPU bekerja dari pagi hingga menjelang dini hari melakukan pendistribusian. “Sekali lagi kami pastikan, KPU sudah siap. Bahwa logistik Pemilu ini sudah ada di TPS sehari sebelum hari H. sedang hari ini, 14 April pendistribusian sudah dilakukan. Seperti kecamatan Balikpapan Barat sudah separuhnya. Dan Kecamatan Balikpapan Kota dan Tengah juga sudah tinggal separuhnya. Intinya tanggal 16 semua logistik Pemilu sudah ada di setiap TPS,” pungkasnya.

Berbeda dengan pemilihan kepala daerah atau Pilkada, yang tidak membutuhkan logistik yang banyak. Pemilu kali ini justru jauh lebih banyak jumlah logistiknya. Di mana setiap TPS akan ada 5 kotak suara. Kelima kotak suarta itu diantaranya adalah kotak suara untuk pemilihan presiden dan wakil presiden. Pemilihan calon DPD-RI. Pemilihan calon anggota DPR-RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten Kota.