Ming. Sep 22nd, 2019

KPU Kota Balikpapan

Situs Resmi KPU Kota Balikpapan

KPU RI Memberikan Secara Simbolis Santunan Kepada Petugas Pemilu 2019 yang Meninggal Dunia

BALIKPAPAN–KPU Republik Indonesia secara simbolis memberikan santunan kepada 13 ahli waris dari petugas PPK, PPS, KPPS dan petugas ketertiban TPS yang meninggal dunia saat tahapan Pemilu 2019 lalu. Para petugas yang meninggal itu ada yang sakit kemudian meninggal di saat proses penghitungan suara.

Penyerahan santunan ini diserahkan langsunng oleh Komisioner KPU RI Viryan Azis SE MM dan disaksikan Ketu KPU Kaltim Rudiansyah, Ketua KPU Kota Balikpapan beserta seluruh Komisioner KPU Kota Balikpapan, yang dilaksanakan di Aula Kantor KPU Kota Balikpapan, Jumat sore (30/8/2019).

Penyerahan santunan ini diberikan KPU RI sebagai wajud dan tanda jasa atas pengabdian para anggota penyelenggara Pemilu 2019 yang ada  di Provinsi Kalimantan Tiimur.

Dari 13 ahli waris yang berhak menerima santunan hanya tujuh orang yang hadir mewakili anggota keluarganya dalam penyerahan santunan sore itu. Berdasarkan data KPU Kaltim, dari 13 petugas pemilu yang meninggal dunia tercatat dua orang di Balikpapan, empat dari Samarinda, tiga orang dari Kutai Kartanegara, Kutai Barat satu orang, dua orang dari Bontang dan Kabupaten Paser satu orang.

Komisioner KPU RI, Viryan Azis menjelaskan, pemberian santunan merupakan komitmen dan tanggung jawab KPU RI kepada jajaran yang dibawah (Petugas Pemilu) yang meninggal dunia sebagai bentuk tali asih yang sebisa mungkin diberikan/disampaikan tentunya atas persetujuan pemerintah, santunan seperti ini juga baru diberikan pada tahun 2019, karena sejak 2004, 2009, dan 2014 asuransi atau santunan tidak ada diterima oleh penerima santunan di pemilu yang lalu dan baru sekarang yang ada.

Jumlah besaran yang diterima ahli waris masing-masing sebesar Rp.36.000.000,- dan santunan tersebut diberikan kepada petugas yang sempat dirawat di rumah sakit kemudian meninggal dunia dan memenuhi syarat yang telah ditentukan oleh KPU RI.

 

“KPU RI memberikan santunan kepada petugas yang meninggal. Sementara untuk yang sakit dan dirawat intensif di rumah sakit  juga menerima dana santunan, namun jumlahnya sangat kecil,  untuk petugas yang sakit tentunya juga harus melengkapi dokumen-dokuken biaya pengobatan selama di rumah sakit dan ketika semua dokumen persyaratan sudah selesai baru diberikan santunan tersebut,” ujar Viryan kepada sejumlah wartawan.

Sementara itu Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Toha, bahwa petugas yang sakit juga akan diberikan santunan akan tetapi harus melengkapi persyaratan dan dokumen yang diajukan. “Di Balikpapan ada satu petugas PPS yang jatuh pingsan saat bertugas dan dirawat beberapa hari di rumah sakit dan saat ini santunan tersebut belum juga diberikan. Apakah ada kendala saat verifikasi dan tentunya KPU Balikpapan akan menelusuri dimana terkendalanya masalah tersebut,” tegas Noor Thoha.