Sen. Des 16th, 2019

KPU Kota Balikpapan

Situs Resmi KPU Kota Balikpapan

Ketua KPU Kota Balikpapan Menjadi Nara Sumber di Kegiatan Pembahasan Indeks Kerawanan Pilkada yang Digelar Bawaslu

BALIKPAPAN—Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha hadir sebagai salah seorang nara sumber pada acara Rapat Kordinasi Stakeholders Pembahasan Indeks Kerawanan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan yang digelar di Hotel Aston, Senin pagi (2/12/2019).

Acara yang diprakarsai oleh Bawaslu Kota Balikpapan itu juga dihadiri oleh Anggota Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur Galeh Akbar Tanjung, Kabagops Polresta Balikpapan Kompol Elvis dan Anggota Bawaslu Kota Balikpapan Ahmadi Azis. Mereka tampil secara bergantian untuk memaparkan pengalamannya terkait dengan kerawanan yang pernah dialami pada periode Pilgub Kaltim Tahun 2018 dan Pemilu 2019.

Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha yang mendapat giliran pertama menyampaikan, bahwa ada sedikit perbedaan pada Pilgub 2018, Pemilu 2019 dan Pilkada Kota Balikpapan Tahun 2020 yang akan datang. Menurutnya, pada Pilgub 2018 yang lalu, tingkat sentimen politik relatif kecil. Dikarenakan yang diusung atau yang mengikuti kontestasi ada di tingkat provinsi, yaitu di Samarinda. “Pilgub 2018 yang lalu, itu relatif kecil kerawanannya. Karena posisi yang diusung ada di tingkat provinsi atau di Samarinda. Dan tim suksesnya juga berpusat di Samarinda juga,” ujar Noor Thoha.

Begitu pula dengan Pemilu 2019 yang lalu, juga hampir hampir sama. Tingkat kerawanan juga terbilang sedikit. Karena yang diusung terpusat, yaitu pemilihan presiden dan wakil presiden. “Capres dan Cawapresnyakan di Jakarta. Begitu pula tim suksesnya berpusat juga di sana. Nah, kami di Balikpapan tidak mendapatkan ancaman-ancaman apapun pada Pilres yang lalu,” tambah Noor Thoha.

Namun pada Pilkada Kota Balikpapan Tahun 2020, menurut Noor Thoha diprediksi justru lebih rawan. Sebab yang diusung orangnya ada di Balikpapan dan tim suksesnya juga ada di Balikpapan. “Justru pada Pilkada Kota Balikpapan Tahun 2020 ini bisa saja rawan. Karena para calon dan tim suksessnya sama sama berada di Balikpapan. Ini menjadi perhatian serius bagi kami,” imbuhnya.

Selain membahas tentang indeks kerawanan Pilkada, Noor Thoha juga memprediksi akan adanya sengketa ataupun gugatan pada Pilkada yang akan datang. “Kan pada Pilkada itu pemenangnya Cuma satu. Otomatis yang kalah biasanya, ini biasanya, akan melakukan gugatan. Apapun itu bentuknya. Di sini KPU tidak ada yang membela. Begitu juga pemenangnya pasti akan diam diam saja,” tutut Noor Thoha.

Pada kegiatan ini Noor Thoha tak hanya menyampaikan indeks kerawanan Pemilu saja, tetapi juga menyampaikan tahapan tahapan Pilkada Kota Balikpapan yang saat ini sedang berjalan, pasca dilakukannya Launching pada 9 Oktober 2019 yang lalu.

Acara yang digagas oleh Bawaslu Kota Balikpapan ini rupanya hanya dihadiri sejumlah stake holder yang terkait, seperti KPU Kota Balikpapan dan Polresta Balikpapan serta sejumlah jurnalis dari beberapa media yang ada di Kota Balikpapan. Mulai dari media cetak, media elektronik dan media online.