Rab. Jul 8th, 2020

KPU Kota Balikpapan

Situs Resmi KPU Kota Balikpapan

60 Calon Anggota PPK Jalani Test Wawancara

BALIKPAPAN–KPU Kota Balikpapan menggelar tes wawancara bagi 60 orang calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) selama dua hari yang dilaksanakan di Hotel Horison Sagita, Gunung Malang Balikpapan, Sabtu – Minggu (8-9/02/2020).

Para peserta tes wawancara ini seluruhnya berjumlah 60 orang yang terdiri dari 10 orang dari setiap kecamatan dari 6 kecamatan yang ada di Kota Balikpapan. Peserta wawancara ini sebelumnya telah lolos tes tertulis. “8-9 Februari waktu dimana teman-teman calon PPK yang kemarin lolos di tertulis sekarang memasuki tes wawancara,” ujar Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha.

KPU Kota Balikpapan menargetkan dalam dua hari itu, bisa menyelesaikan 6 kecamatan. Dimana setiap kecamatan untuk tes wawancara durasi waktunya sekitar 4 jam. Para calon anggota PPK ini mengikuti tes wawancara yang dilakukan langsung oleh ketua dan 4 komisioner KPU Kota Balikpapan. Mulai dari pukul 8 pagi hingga menjelang tengah malam.

Di mana untuk hari pertama Sabtu 8 Februari terdiri dari 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Balikpapan Kota, Kecamatan Balikpapan Tengah dan Kecamatan Balikpapan Barat. Masing masing kecamatan terdiri dari 10 orang calon Anggota PPK. Kemudian di hari ke 2 adalah calon anggota PPK dari Kecamatan Balikpapan Utara. Kecamatan Balikpapan Timur dan Kecamatan Balikpapan Selatan.

 

Khusus untuk Kecamatan Balikpapan Kota hanya diikut 9 calon Anggota PPK. Padahal dari tes tertulis diikuti 10 orang dan semuanya langsung lolos. “Hari ini rupanya yang hadir cuma 9, kalau sampai nanti berakhirnya wawancara berartri gugur,” ujarnya.

Noor Thoha menyatakan bahwa dari hasil test wawancara ini akan diambil 5 orang yang dinyatakan lolos test wawancara. “Kita ambil 5 orang (yang lolos), kemudian 5 itu kita umumkan tapi bagi yang calon peserta yang besstatus PNS dan ternyata hasil kualifikasinya bagus kita masih minta satu syarat lagi yatu ijin dari atasan kepala kantor saja,” imbuh Noor Thoha

Dalam test wawancara tersebut, menurutnya, ada tiga materi dalam wawancara. Pertama terkait pengetahuan tentang kepemiluan. Kedua leadership dan ketiga paling penting adalah integritas. Karena itu penting bagi penyelenggara pemilu. “Yang dinilai pertama pengetahuan tentang kepemiluan, kedua leadership dari tatacara berbicara, tatacara menyelesaikan masalah itu kita gali,” ujarnya

Kemudian test wawancara selanjutnya adalah integritas. Integritas ini menjadi penting, karena integritas itu harga mati bagi pnyelenggara itu. Tidak boleh berafiliasi kepada siapapun, peserta maupun partai politik.

Selain itu, KPU Kota Balikpapan juga menelusuri jejak digital calon PPK. Karena jika saja berafiliasi dengan partai politik kemungkinan akan langsung gugur. Kemudian ada psikotes, khususnya bagaimana mengelola emosional.

“Jadi itu bisa dilihat dimana, jejak digital, jadi akunnya langsung kita minta, langsung kita searching, langsung kita dalami di situ. Seperti akun facebook, instagram dan twiiter. Dari situ nanti kita lihat hari apa, tanggal berapa, dia pernah caption apa, kemudian dia berafiliasi kemana itu akan keliatan semua,” pungkas Noor Thoha.