Ming. Agu 9th, 2020

KPU Kota Balikpapan

Situs Resmi KPU Kota Balikpapan

Usai Dilantik, Anggota PPS Langsung Ikuti Pembekalan

BALIKPAPAN—Usai mengikuti pelantikan Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) KPU Kota Balikpapan langsung menggelar pembekalan, yang dilaksanakan di Aula Kantor KPU Kota Balikpapan.

Dalam pembekalan yang dilakukan secara bergelombang itu, dilakukan langsung oleh seluruh Komisioner KPU Kota Balikpapan secara bergelombang. Yaitu gelombang pertama dilakukan pada pukul 09.00. gelombang ke 2 dilaksanakan pukul 15.00 dan gelombang ke tiga dilakukan pukul 20.30. Semua pembekalan itu dilaksanakan setelah para anggota PPS tersebut mengikuti pelantikan.

Dalam Pembekalan itu diawali oleh penyampaian secara umum tentang kepemiluan yang disampaikan oleh Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha. Ia menyatakan kepada anggota PPS yang baru saja dilantik itu tentang pengetahuan secara umum kepemiluan serta tentang demokrasi yang ada di Indonesia.

“Di Indonesia menganut sistem demokrasi, di mana pemimpinnya, mulai dari presiden, anggota legislatif, gubernur, bupati dan walikota dipilih oleh rakyatnya secara langsung. Satu orang memiliki hak satu suara untuk memilih calon pemimpinnya. Ini yang berlaku di Indonesia. Berbeda dengan negara lain yang menganut sistem monarki, di mana kekuasaan dipegang oleh seorang raja,” ujar Noor Thoha.

Usai Noor Thoha menyampaikan paparan, giliran komisioner lain yang menyampaikan pembekalan, yaitu Mega Fariani Fery. Dalam pemaparannya, Mega memberikan teknis penyelenggaraan Pemilu dan tata kerja penyelenggaraan Pemilu. Ia juga menyampaikan bahwa dalam penyelenggaraan Pemilu atau Pilkada, PPS adalah bagian dari penyelenggara atau perpanjangan tangan dari KPU. “Teman-teman adalah bagian dari KPU. Sehingga dalam proses pekerjaannya mengacu pada peraturan yang dibuat oleh KPU, baik itu peraturan maupun surat edaran. Untuk itu agar proses Pilkada dapat berjalan dengan baik, teman-teman harus disiplin. Disiplin ini adalah kuncinya, agar kita semua dapat menjalankan tugas dengan baik hingga penetapan kepala daerah tanpa adanya sengketa,” ujar Mega Feriani Ferry.

Setelah Mega menyampaikan paparannya, giliran Komisioner lainnya yang menyampaikan materi. Yaitu Syahrul Karim. Syahrul memberikan materi tentang sosialisasi dan partisipasi masyarakat. Ia mengatakan, setiap anggota PPS juga wajib memberikan sosialisasi kepada masyarakat, bahwa pada tanggal 9 Desember 2020, akan diadakan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan. “Teman-teman selain tugasnya melakukan pendataan pemilih, juga wajib memberikan sosialisasi langsung kepada warga, bahwa 9 Desember nanti akan dilakukan Pilkada,” ujar Syahrul Karim.

Tingkat partisipasi dalam Pemilu dan Pilkada juga tak lepas dari peran anggota PPS di setiap wilayahnya untuk selalu memberikan informasi kepada warga agar ikut serta mencoblos. “Teman-teman juga memiliki hak untuk memberikan himbauan kepada masyarakat. Dan yang perlu diingat, semua anggota PPS wajib netral dan tidak boleh memihak kepada salah satu pasangan calon. Sosialisasi ini lebih bagus dilakukan secara online atau melalui media sosial. Karena saat ini hampir semua warga memiliki akun media sosial,” ujar Syahrul lagi.

Syahrul juga tak henti-hentinya menyampaikan, bahwa Pilkada kali ini adalah Pilkada sehat di tengah pandemi Covid 19 ini. Ia menyebut, bahwa semua anggota PPS wajib mematuhi protokol kesehatan pencagahan Covid 19. “Di tengah pandemi Covid 19 ini, kita semua, termasuk teman teman PPS wajib mengenakan masker dan menjaga jarak saat berada di kantor sekrtetariat. Dan selalu menjaga kesehatan. Mengingat tugas PPS begitu berat. “Kita semua memiliki tugas yang berat dan kita harus menjaga kekompakan dan selalu mengingatkan tentang pencegahan Covid 19. Ingat, selalu mengenakan masker dan rajin mencuci tangan saat melakukan pendataan atau sosialisasi. Dan hindari berkumpulnya banyak orang,” imbuh Syahrul Karim.

Setelah Syahrul Karim menyampaikan materi giliran Komisioner lainnya yang memberikan materi, yaitu Komisioner KPU Kota Balikpapan yang membidangi Hukum yakni Ridwasnyah Heman. Ia menyampaikan tentang pengawasan internal terhadap kode etik dan kode prilaku penyelenggara Pemilu. Dalam materi yang disampaikannya, Ridwansyah menghimbau agar semua anggota PPS mentaati semua peraturan yang diterbitkan oleh KPU. “Jadi teman-teman sekalian. Tugas kita sama, yaitu mensukseskan jalanya pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan. Untuk itu teman teman jangan sampai memihak kepada pasangan calon, karena sanksinya sangat berat. Untuk itu jalani tugas ini sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh KPU,” ujarnya.

Usai Ridwansyah Heman menyampaikan materi, gilitan Yan Fauzi Wardana yang memberikan materi. Ia memberikan materi tentang pemutakhiran data pemilih. Dalam pemutakhiran data pemilih, setiap anggota PPS wajib mengetahui jumlah daftar pemilihnya di setiap wilayahnya masing-masing.

Ia juga menyampaikan, tugas PPS nanti adalah membentuk Petugas Pemutakhiran Data Pemilih atau PPDP. PPDP ini diharapkan adalah ketua RT. “Jadi teman teman jika membentuk petugas PPDP diutamakan adalah ketua RT-nya. Namun, jika ketua RT-nya berpihak atau menjadi tim sukses dari salah satu pasangan calon, maka carilah warga yang menguasai wilayah RT-nya. Ini penting, karena terkait dengan jumlah pemilih nanti,” ujar Yan Fauzi wardana.

Selain menguasai jumlah pemilih di wilayahnya masing-masing, anggota PPS ini juga akan terlibat dalam jumlah pemilih antar waktu. Misalnya ada pensiunan TNI Polri, yang masuk katagori pemilih pemula. Atau warga yang sudah berusia 17 tahun saat pencoblosan. “Saya menghimbau agar teman-teman betul betul cermat saat melakukan pendataan pemilih. Sebab nanti akan ada yang disebut DPTHP atau Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan. Di sini nanti tugas teman teman sekalian saat melakukan pendataan hingga menjelang pencoblosan nanti,” imbuhnya.

Ia juga meminta kepada sesama semua anggota PPS agar selalu menjaga kekompakan. Karena kegiatan ini butuh kinerja yang baik serta adanya tim yang solid. “Jadi semua anggota PPS saya harapkan adanya kekompakan. Dengan kekompakan itu maka kinerja PPS itu akan terlihat. Dan sekali lagi, di tengah pandemi Covid 19 ini, teman-teman PPS tetap mengutamakan protokol kesehatan pencegahan Covid 19. Seperti selalu menggunakan masker, sering mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak jika bertemu dengan warga,” pungkasnya.