Sel. Sep 22nd, 2020

KPU Kota Balikpapan

Situs Resmi KPU Kota Balikpapan

Petugas Pemutahiran Data Pemilih Tetap Dirapid Test

BALIKPAPAN – KPU Kota Balikpapan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pemeriksaan kesehatan tenaga badan ad hoc dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan tahun 2020, yang digelar di Aula Kantor KPU Kota Balikpapan, Rabu pagi (8/7/2020).

Pada Rakor dihadiri seluruh komisoner KPU Kota Balikpapan, Kepala BPBD Kota Balikpapan, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Bappeda Pemkot Balikpapan, Bagian Pemerintahan Sekdakot Balikpapan, Badan Pemeriksa keuangan dan Aset Daerah Pemkot Balikpapan (BPKAD),TAPD, Bawaslu Kota Balikpapan dan Kepala Kantor Kesbangpol Kota Balikpapan“Kita melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait pemeriksaan kesehatan dan rapid test terhadap PPDP. Kalau PPK dan PPS sudah dilakukan,”ujarnya

Ia mengatakan dari hasil pandangan dari Dinas Kesehatan, BPKAD dan TPAD bahwa pihaknya tidak memiliki cukup anggaran untuk pemeriksaan rapit test terhadap PPDP. Oleh karenanya diputuskan dilakukan screening awal yakni memeriksa self assessment covid 19 dan kemudian dilakukan rapid test.

“Kita (KPU) juga tidak memiliki anggaran dan Pemkot juga Karena memang kondisi keuangan pemkot menurun hingga 30 persen di tengah pandemic dan sebagian besar anggaran dialihkan untuk penanganan covid 19. Kendala lainnya adalah Dinkes kekurangan tenaga medis untuk merapid tes 1500 PPDP,”ujarnya

Sementara itu, anggota Bawaslu Ahmadi menyepakati jika PPDP sebelum di rapid test harus dilakukan self assement terlebih dahulu karena kondisi keuangan dan petugas medis yang tidak memungkinkan. “Iya dimungkinan karena diaturan bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas yang mencukupi dapat menerbitkan surat kesehatan. Kita bersepakat tetap melakukan rapid test dengan syarat terlebih dahulu dilakukan self assessment dan bagi PPDP. Kalau ada yang berpotensi baru dilakukan tes lanjutan yakni rapit test,” tutup Ahmadi Azis.