Sel. Sep 22nd, 2020

KPU Kota Balikpapan

Situs Resmi KPU Kota Balikpapan

KPU Kota Balikpapan Buka Pendaftaran Relawan Demokrasi

BALIKPAPAN—KPU Kota Balikpapan sejak tanggal 15 hingga 25 Agustus membuka pendaftaran Relawan Demokrasi pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan Tahun 2020. Hal ini seperti disampaikan oleh Komisioner KPU Kota Balikpapan Syahrul Karim, saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (17/08/2020).

Menurut Syahrul Karim adanya Relawan Demokrasi ini merupakan bagian dari wujud partisipasi masyarakat secara keseluruhan untuk semua segmen yang turut serta berpartispasi pada Pilkada Kota Balikpapan Tahun 2020 ini.

Ia berharap dengan seluruh segmen yang direkrut oleh KPU Kota Balikpapan nanti, diharapkan mampu meningkatkan partisipasi warga Balikpapan saat melakukan pencoblosan pada 9 Desember mendatang. “Karena penyaluran hak pilih itu tidak hanya pada secara kuantitas semata, tetapi juga harus mampu mewujudkan kualitas pada hari pencoblosan nanti,” ujar Syahrul Karim.

Melihat kondisi seperti sekarang ini di mana wabah Covid 19 masih ada terus mengalami peningkatan korbannya, maka ada pembatasan jumlah perekrutan relawan demokrasi dibanding pada Pemilu tahun 2019 yang lalu. Kalau sebelumnya itu ada 10 basis Relawan Demokrasi. Pada Pilkada Kota Balikpapan Tahun 2020 ini hanya ada 5 basis. Yaitu Basis Netizen, Basis Perempuan, Basis Disabilitas, Basis Keagamaan dan Basis Pemilih Pemula atau Muda. “Selain hanya ada 5 basis, masing masing basis hanya ada 5 orang saja. Ini juga berbeda dengan Pemilu 2019 yang lalu. Di mana masing masing basis terdiri dari 10 orang,” ujarnya lagi.

Ia juga menginformasikan, bahwa syarat pendaftaran dapat dilihat di website resmi KPU Kota Balikpapan di www.kota-balikpapan.kpu.go.id. Kemudian para calon relawan menyerahkan berkas ke Kantor KPU Kota Balikpapan di jam jam kerja. “Setelah penyerahan berkas selesai. Kami akan melakukan seleksi berkas dan kemudian kita akan melakukan test wawancara untuk mendalami terutama integritas calon Relawan Demokrasi tersebut,” imbuhnya.

Syahrul Karim menambahkan, bahwa untuk menjadi Relawan demokrasi ini harus independen. Tidak diskrimantif. Tidak boleh terlibat atau turut serta mendukung pasangan calon. “Kemudian para relawan demokrasi ini harus mampu menjadi ujung tombak KPU dalam memberikan informasi secara utuh, terkait dengan penyelenggaraan Pilkada Kota Balikpapan Tahun 2020 ini.

Para Relawan Demokrasi ini jika sudah dinyatakan lolos seleksi dan diterima menjadi Relawan Demokrasi harus tetap mengedepankan protokol kesehatan pencegahan Covid 19. “Ada harapan, bahwa kita akan mengarahkan mereka kepada pengaktifan di media sosial. Di mana media sosial seperti FB, Instagram dan Twiter terbilang efektif untuk dijadikan sarana sosialisasi bagi para Relawan Demokrasi ini,” pungkas Syahrul Karim.