Sel. Sep 22nd, 2020

KPU Kota Balikpapan

Situs Resmi KPU Kota Balikpapan

Jelang Pendaftaran Bakal Calon, KPU Kota Balikpapan Gelar Rapat Koordinasi

BALIKPAPAN—Sehari menjelang masa pendaftaran bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan, KPU Kota Balikpapan mengadakan Rapat Koordinasi Persiapan Pendaftaran Bakal Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan dan Sosialisasi Standar Pemeriksaan Kesehatan Bagi Bakal Pasangan Calon Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan Tahun 2020, yang digelar di Grand Ball Room Hotel Horizon Sagita, Gunung Malang, Balikpapan, Kamis (3/9/2020).

Hadir pada Rakor tersebut diantaranya Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha dan seluruh Komisioner KPU Kota Balikpapan. Serta sejumlah stake holder turut serta dalam acara ini. Diantaranya Ketua Bawaslu Kota Balikpapan, Direktur Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo, perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Kepala Kesbangpol Kota Balikpapan, Perwakilan dari Polresta Balikpapan, Perwakilan dari Kodim 0905 Balikpapan, Kantor Pratama Direktorat Jenderal Pajak Kaltimra, Ketua BNN Kota Balikpapan dan Ketua HIMPSI Provinsi Kalimantan Timur.

Dalam Rakor tersebut, 3 orang Komisioner secara bergantian sempat menyampaikan beberapa informasi penting terkait tentang persiapan pendaftaran bagi bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan. Seperti yang disampaikan oleh Syahrul Karim, salah seorang Komisioner KPU Kota Balikpapan. Dalam materi yang disampaikannya diantaranya adalah bagi pasangan bakal calon ketika ingin mendaftarkan diri, harus membungkus rapi dokumen sebelum diserahkan ke KPU. “Dokumen itu harus dibungkus plastik. Nanti, ketika kita terima akan disemprot disinfektan. Hal ini salah satu langkah kami untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid 19 dan semua kegiatan yang dilakukan oleh KPU wajib menerapkan protokol ini. Ini menjadi harapan kami, bahkan Pilkada kali ini ada Pilkada sehat di tengah pandemi seperti sekarang ini,” ujar Syahrul Karim.

Setelah Syahrul Karim, giliran Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha yang menyampaikan materi. Beberapa materi yang disampaikannya adalah tentang dasar hukum, seperti surat edaran, surat keputusan dan petunjuk teknis. Ia menyampaikan bagi partai pengusung pasangan calon tidak boleh mendua. Artinya, partai hanya boleh mengusung satu pasangan calon.

Kemudian, bagi partai pengusung yang sudah mengusung ke pasangan calon, tidak boleh ditarik dukungannnya serta tidak dapat mengundurkan diri dari tim pengusung sejak pasangan calon telah mendaftarkan diri.

Noor Thoha juga menyampaikan, ketika pasangan calon ingin mendaftarkan diri ke KPU, maka semua ketua dan sektetaris dari para partai pengusul wajib hadir saat mendaftar ke KPU. “Jadi bagi pasangan calon yang mendaftarkan diri itu wajib didampingi oleh pengurus partai pengusul, yaitu ketua dan sekretarisnya. Dan yang perlu diingat, saat melakukan pendaftaran pasangan calon tidak diperkenankan untuk membawa rombongan yang melibatkan banyak orang. “Mengingat saat ini masih pandemi, maka proses pendaftaran pasangan calon itu dibatasi. Hanya pasangan calon dan pengurus partai pengusulnya saja yang harus datang ke KPU. Tidak perlu membawa arak arakan dengan melibatkan banyak orang,” ujar Noor Thoha.

Usai Noor Thoha menyampaikan materi, giliran komisioner Mega Feriani Ferry yang menyampaikan materi. Beberapa materi yang disampaikannya adalah, pasangan bakal calon tidak pernah terlibat kejahatan berupa Narkoba dan kejahatan seksual. Kemudian bakal pasangan calon tidak memiliki hutang yang merugikan negara dan bagi pasangan yang berstatus ASN, TNI dan Polri siap mengundurkan diri dari jabatannya sejak ditetapkan sebagai pasangan calon.

Mega juga menyampaikan, saat pasangan calon melakukan pendaftaran, wajib didampingi oleh ketua dan sekretaris partai pengusul. Sebelum menyerahkan dokumen, pasangan calon wajib mencatat daftar hadir. “Dan yang perlu diingat, batas akhir pendaftaran itu adalah tanggal 6 September pukul 24.00 waktu setempat. Jika melebihi waktu yang ditetapkan, maka KPU tidak dapat menerima. Sebab ini sudah tertuang dalam undang undang yaitu Peraturan KPU Nomor 5 tahun 2020, tentang program, jadwal dan tahapan. Jadi di sinilah acuannya untuk melakukan pendaftaran,” ujar Mega lagi.

Ia juga menyebut, bahwa pasangan calon yang sudah mendaftar dan menyerahkan berkas dokumen, akan menjalani pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan ini sifatnya menyeluruh dan dilakukan di rumah sakit pemerintah dengan tingkat yang paling tinggi yang ada di daerah, yaitu Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Dalam pemeriksaan kesehatan ini, rumah sakit akan melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Balikpapan, Himpunan Psikologi Seluruh Indonesia (HIMPSI) cabang Kalimantan Timur dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Balikpapan. “Pemeriksaan ini sifatnya menyeluruh, baik jasmani secara keseluruhan dan rohani. Serta bagi paslon juga wajib test Narkotika. Jadi pemeriksaan kesehatan ini juga terbilang ketat. Apabila tidak memenuhi kriteria, bisa saja gagal. Intinya yang bersangkutan harus benar benar sehat secara jasmani dan rohani,” pungkas Mega Feriani.

Usai penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh sejumlah peserta yang hadir pada Rakor tersebut. Dan acara selesai tepat pukul 12.30 kemudian acara dilanjutkan dengan acara ramah tamah sekaligus makan siang.