Fokus 3 Agenda Pasca-Pilkada, KPU Balikpapan Ajak PCNU Wujudkan Demokrasi Berkualitas
BALIKPAPAN – Dalam upaya merawat kualitas demokrasi di Kota Beriman, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan terus memperluas sinergi dengan berbagai elemen masyarakat. Pada hari Jumat, 7 Agustus 2026, KPU Balikpapan menggelar kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026 bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Balikpapan.
Berlangsung di Gedung PCNU Kota Balikpapan, kegiatan ini mengangkat tema strategis, yakni “Demokrasi Berkualitas Berbasis Nilai-Nilai Kebangsaan dan Keislaman”. Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua dan Anggota KPU Kota Balikpapan, Ketua PCNU Kota Balikpapan beserta jajaran pengurus, serta staf Sekretariat KPU Kota Balikpapan.
Tiga Agenda Utama KPU Pasca-Pilkada Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua KPU Kota Balikpapan, Prakoso Yudho Lelono. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa tugas penyelenggara pemilu tidak lantas berhenti setelah Pilkada usai. KPU tetap menjalankan rutinitas yang berfokus pada tiga pilar utama, yaitu:
-
Pembaruan Sistem Informasi Terintegrasi: Meliputi pemeliharaan aplikasi seperti SIDALIH, SIREKAP, dan SIPOL.
-
Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB): Menjaga akurasi pangkalan data pemilih.
-
Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan: Terus memberikan edukasi politik kepada masyarakat luas.
Lebih lanjut, Yudho memaparkan fakta demografi politik saat ini. Berdasarkan data pemilih, panggung demokrasi kini didominasi oleh kelompok pemilih muda dari Generasi Z dan Generasi Y (Milenial), yang porsinya mencapai 45 hingga hampir 50 persen dari total keseluruhan pemilih.
Tantangan Demokrasi dan Peran Krusial Ulama Sementara itu, Anggota KPU Kota Balikpapan, Suhardy, menyoroti ragam hambatan dalam mewujudkan pemilu yang ideal. Ia menegaskan bahwa tantangan utama demokrasi saat ini adalah masifnya penyebaran hoaks (hoax), maraknya kampanye hitam (black campaign), praktik politik transaksional, hingga munculnya krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah atau pemimpin.
Senada dengan hal tersebut, Anggota KPU Kota Balikpapan, Muhammad Rizal, menekankan pentingnya pendekatan moral dan spiritual di tengah masyarakat. Menurutnya, untuk membendung tantangan tersebut, diperlukan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat, khususnya para tokoh agama, alim ulama, dan kiai.
"Kehadiran ulama sangat krusial untuk terus mengedukasi publik agar tidak terjebak dalam gaya hidup konsumtif yang memicu pragmatisme, serta menjauhi praktik politik transaksional. Semua ini demi melahirkan sosok pemimpin daerah dan bangsa yang benar-benar berkapasitas dan berintegritas," tegas Rizal.
Melalui kolaborasi strategis bersama PCNU ini, KPU Kota Balikpapan berharap nilai-nilai kebangsaan yang sejalan dengan ajaran keislaman dapat menjadi benteng moral masyarakat dalam menentukan arah masa depan demokrasi.