Gandeng Ponpes Al-Mujahidin, KPU Kota Balikpapan Edukasi Demokrasi bagi Santri Pemilih Pemula
BALIKPAPAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan kembali menyapa para pemilih pemula melalui kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026. Menyasar kalangan pelajar di lingkungan keagamaan, kegiatan strategis ini diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Mujahidin Balikpapan pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Mengusung tema “Membangun Generasi Santri yang Berintegritas, Kritis dan Bertanggung Jawab dalam Kehidupan Demokrasi”, acara ini berlangsung interaktif dan disambut antusias oleh para santriwan serta santriwati.
Kesadaran Politik Berlandaskan Nilai Keislaman
Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Ketua KPU Kota Balikpapan, Prakoso Yudho Lelono, yang juga bertindak sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Yudho memberikan edukasi politik dasar dengan menjelaskan mekanisme kepemiluan serta menegaskan pentingnya membangun kesadaran politik sejak dini.
Yudho mengingatkan bahwa setiap kebijakan publik yang mengatur hajat hidup orang banyak—mulai dari sektor ekonomi, pangan, hingga pendidikan—lahir dari sebuah proses politik. Untuk itu, ia memberikan pembekalan dengan poin-poin krusial berikut:
-
Menyelaraskan prinsip-prinsip demokrasi modern dengan ajaran Al-Qur’an serta nilai kultur kepesantrenan.
-
Mendorong santri untuk secara konsisten melatih mental, akhlak, dan kedalaman keilmuan.
-
Menyiapkan mentalitas santri agar kelak tumbuh menjadi pemimpin yang jujur, adil, dan berintegritas tinggi.
Pesantren Sebagai Laboratorium Sosial Demokrasi
Turut hadir memperkaya wawasan peserta, Kepala Sekolah Pondok Pesantren Al-Mujahidin Balikpapan, Samino, S.Si., M.Pd. Dalam materinya, Samino menegaskan bahwa institusi pesantren memiliki peran ganda, yakni tidak hanya sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga sebagai laboratorium sosial yang aktif menanamkan nilai-nilai demokrasi secara praktis.
Hal ini tercermin secara nyata melalui dinamika organisasi santri, salah satunya dalam pemilihan Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).
-
Proses pemilihan internal didesain menggunakan mekanisme pemungutan suara ala standar KPU.
-
Para santri didorong untuk belajar menentukan pilihan secara independen, objektif, dan bebas dari segala bentuk intimidasi.
-
Praktik lapangan ini diyakini menjadi bekal berharga sebelum santri terjun menjadi pemilih pemula yang sesungguhnya di tengah masyarakat.
Kegiatan edukatif ini turut dihadiri oleh Kepala Subbagian (Kasubbag) Partisipasi dan Hubungan Masyarakat (Parhubmas) dan SDM, jajaran Staf Sekretariat KPU Kota Balikpapan, serta ratusan santriwan dan santriwati.