Nama Ridwansyah Herman, mungkin belum banyak yang tahu. Sebab ia berbeda dengan 4 komisoner lainnya, yang memiliki latar belakang pernah menjadi anggota PPS, PPK hingga pernah menjadi komisioner. Ridwansyah Herman sendiri sebenaernya adalah seorang pengajar.

Pria kelahiran Balikpapan, 5 Juli 1970 ini, memulai pendidikan sekolah dasarnya di SD Negeri 005 Balikpapan Barat lulus pada tahun 1984. Kemudian ia melanjutkan ke SMP Negeri 4 Balikpapan Barat lulus tahun 1987. Kemudia ia melanjutkan ke SMA Negeri 2 Balikpapan dan lulus tahun 1990.

Selulusnya dari SMA Negeri 2 Balikpapan, Ia melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ia kuliah di Universitas Gunadarma Jakarta dengan mengambil program study Komputer. Di universitas ini Ridwansyah lulus dengan menyandang gelar Sarjana Komputer atau S,Kom pada tahun 1995. Selulusnya dari Universitas Gunadarma Jakarta, ia kembali menempuh pendidikan S2 di STIE Indonesia Malang. Di Kampus ini berhasil mendapat gelar Sarjana S2 Megister Manajemen atau MM pada tahun 2012.

Selain memiliki gelar akademik strata 2, Ridwansyah juga sempat tergabung dalam pekerjaan kepemiluan dalam Pemilihan Umum tahun 2004. Saat itu adalah pemilihan presiden dan wakil presiden, pemilihan DPR-RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten Kota pada tahun 2004 yang lalu.

Tak hanya aktif di kepemiluan, Ridwansyah juga pernah bekerja sebagai PLK “Jakarta” Instruktur. Dan di PT Bina Reksa Perdana di Mangkajang Site. PT Arasy Risatama. Dan terakhir ia bekerja sebagai guru di SMK Muhammadiyah 1 Balikpapan.

Tak hanya aktif sebagai guru, Ridwansyah juga sempat membuat karya tulis non kepemiluan. Diantara judul karya tulisnya adalah From Nothing To Something, Blessing in Disguise dan Sex Berbas Aroma Pelajar.

Kini setelah ditetapkan dan secara resmi dilantik sebagai Komisiner KPU Kota Balikpapan oleh KPU RI pada 19 Maret lalu di Jakarta. Ridwansyah kini akan disibukkan dengan banyaknya kegiatan. Seperti persiapan Pemilu 2019 yang penyelenggaraannya tinggal beberapa lagi. Dan semenjak dirinya dilantik sebagai Komsioner KPU Kota Balikpapan, dirinya terus bekerja ekstra dari pagi hingga dini hari untukmempersiapkan logistik Pemilu yang ditargetkan satu hari sebelum pencoblosan. Namun pekerjaan ini dilakukan bukan hanya Ridwansyah saja, namun juga seluruh komisioner termasuk Ketua KPU Kota Balikpapan turut serta bekerja ekstra dari pagi hingga menjelang subuh.