Sosialisasi

Implementasikan Kurikulum Merdeka, SMP 2 Patra Dharma Balikpapan Kunjungi KPU Kota Balikpapan

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan menerima kunjungan dari siswa-siswi didamping oleh Bapak dan Ibu Guru dari SMP 2 Patra Dharma Balikpapan, Selasa (6/9). Kunjungan tersebut dalam rangka melaksanakan kegiatan Project ke-3 Kurikulum Merdeka. Kedatangan siswa-siswi SMP 2 Patra Dharma Balikpapan disambut hangat oleh Ketua dan jajaran Komisioner KPU Kota Balikpapan. Bertempat di Aula KPU Kota Balikpapan materi disampaikan oleh Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan Syahrul Karim. Dalam sambutannya beliau berharap agar nantinya kegiatan ini bisa memberikan pengetahuan tentang kepemiluan kepada siswa-siswi SMP 2 Patra Dharma Balikpapan. Beberapa hal yang disampaikan kepada para peserta antara lain makna demokrasi, asas pemilu, pentingnya pemilu, manfaat pemilu, pihak-pihak penyelenggara pemilu, tahapan pemilu, dan proses pemungutan suara. Syahrul Karim juga menunjukkan contoh kotak suara dan bilik suara serta fungsinya di TPS. Peserta nampak antusias dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait proses kerja KPU, selain itu juga KPU Kota Balikpapan memberikan doorprice berupa boneka si Dapan maskot Pemilukada tahun 2020. Sebagai penutup rangkaian materi kunjungan, KPU Kota Balikpapan juga mengajak siswa-siswi serta guru pendamping untuk memasuki ruang kerja KPU di Kota Balikpapan. Siswa diajak untuk lebih mengenal sosok-sosok penyelenggara pemilu mulai dari KPU RI, KPU Provinsi dan KPU Kota Balikpapan, juga menyaksikan koleksi surat suara pemilu dari tahun ke tahun.

Diundang di Podcast Onix Radio, Ketua KPU Kota Balikpapan Bahas Kekuatan Anak Muda

Hadir di Podcast Onix Radio 88.7FM “Hajatan Demokrasi 5 Tahunan” pada Rabu (10/8). Ketua KPU Kota Balikpapan, Noor Thoha menjelaskan secara mendetail proses pendaftaran calon partai politik peserta pemilu yang sedang berlangsung dan info kepemiluan lainnya termasuk membahas juga kekuatan anak muda dalam mensukseskan pemilu serentak 2024 mendatang. Berkaca pada pemilu serentak 2019, data KPU menunjukkan jumlah pemilih muda sudah mencapai 70 juta – 80 juta jiwa dari 193 juta pemilih. Ini artinya kurang lebih 40% pemilih muda mempunyai kekuatan dan pengaruh besar terhadap hasil pemilu. Menurut Noor Thoha, jumlah yang besar ini memungkinkan pemilih muda menjadi sasaran oleh pihak-pihak yang berkepentingan dalam gelaran pemilu serentak 2024. Di lain sisi, pemilih muda dalam konteks Pemilu, saat ini masih berada dalam pusaran antara antusiasme dan apatisme politik. Artinya di satu sisi mereka semangat dan ingin mengetahui seputar pemilu, khususnya melalui media sosial, di sisi lain, mereka antipati terhadap Pemilu. Lanjutnya, KPU terus berupaya untuk memberikan pendidikan pemilih semaksimal mungkin untuk menarik minat anak muda agar antusias terhadap proses demokrasi dengan ikut serta menjadi penyelenggara pemilu.

Populer

Belum ada data.