Sosialisasi

KPU Kota Balikpapan Edukasi Santri Ponpes Asy-Syifa, Tekankan Integritas Hadapi Tantangan Digital

BALIKPAPAN – Dalam upaya mencetak generasi pemilih muda yang cerdas dan kritis, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan kembali melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026. Kali ini, kegiatan edukasi kepemiluan tersebut diselenggarakan di Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa Kota Balikpapan pada Kamis, 27 Agustus 2026. Mengusung tema “Membangun Generasi Santri yang Berintegritas, Kritis dan Bertanggung Jawab dalam Kehidupan Demokrasi”, acara ini menyasar para santriwan dan santriwati yang merupakan kelompok pemilih pemula. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua KPU Kota Balikpapan, Prakoso Yudho Lelono, dan menghadirkan dua narasumber utama, yakni Ketua KPU Kota Balikpapan sendiri serta Pimpinan Pondok Modern Asy-Syifa, KH. Ahmad Yunaini. Tiga Agenda Utama KPU Pasca-Pemilu 2024 Dalam sesi pemaparannya, Prakoso Yudho Lelono menjelaskan bahwa tugas penyelenggara pemilu tidak lantas usai setelah Pemilu dan Pilkada 2024 berakhir. KPU Kota Balikpapan terus bekerja menjalankan tiga program utama secara berkesinambungan, yaitu: Perbaikan dan penguatan sistem informasi terintegrasi. Pelaksanaan pendidikan pemilih berkelanjutan. Pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB). Lebih lanjut, Yudho menegaskan bahwa KPU Kota Balikpapan secara rutin menggelar roadshow edukasi ke berbagai kelompok masyarakat, termasuk di lingkungan pesantren. "Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman dasar kepemiluan dan membangun kesadaran politik para santri sejak dini. Langkah preventif ini diharapkan mampu menciptakan iklim demokrasi yang sehat dengan pemilih yang cerdas serta berintegritas," jelasnya. Benteng Mental dan Spiritual di Era Digitalisasi Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa, KH. Ahmad Yunaini, menitikberatkan materinya pada pentingnya pembentukan benteng mental dan spiritual bagi para santri dalam menghadapi disrupsi era digitalisasi. Beliau berpesan agar ketika para santri kelak melangkah ke jenjang pendidikan tinggi atau memasuki dunia kerja, mereka harus selalu memegang teguh nilai-nilai dasar kepesantrenan, seperti sikap keikhlasan, kejujuran, dan rasa tanggung jawab. "Penggunaan teknologi dan media sosial harus disikapi secara bijak serta hati-hati agar tidak membawa dampak negatif. Jadikanlah teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan keimanan, kualitas ibadah, dan jalan menuju keberhasilan," pesan KH. Ahmad Yunaini. Kegiatan sosialisasi yang berlangsung penuh antusiasme ini turut dihadiri oleh Kepala Subbagian (Kasubbag) Partisipasi dan Hubungan Masyarakat (Parhubmas) dan SDM, jajaran Staf Sekretariat KPU Kota Balikpapan, serta ratusan santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa.

Gandeng Ponpes Al-Mujahidin, KPU Kota Balikpapan Edukasi Demokrasi bagi Santri Pemilih Pemula

BALIKPAPAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan kembali menyapa para pemilih pemula melalui kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026. Menyasar kalangan pelajar di lingkungan keagamaan, kegiatan strategis ini diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Mujahidin Balikpapan pada Kamis, 27 Agustus 2026. Mengusung tema “Membangun Generasi Santri yang Berintegritas, Kritis dan Bertanggung Jawab dalam Kehidupan Demokrasi”, acara ini berlangsung interaktif dan disambut antusias oleh para santriwan serta santriwati. Kesadaran Politik Berlandaskan Nilai Keislaman Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Ketua KPU Kota Balikpapan, Prakoso Yudho Lelono, yang juga bertindak sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Yudho memberikan edukasi politik dasar dengan menjelaskan mekanisme kepemiluan serta menegaskan pentingnya membangun kesadaran politik sejak dini. Yudho mengingatkan bahwa setiap kebijakan publik yang mengatur hajat hidup orang banyak—mulai dari sektor ekonomi, pangan, hingga pendidikan—lahir dari sebuah proses politik. Untuk itu, ia memberikan pembekalan dengan poin-poin krusial berikut: Menyelaraskan prinsip-prinsip demokrasi modern dengan ajaran Al-Qur’an serta nilai kultur kepesantrenan. Mendorong santri untuk secara konsisten melatih mental, akhlak, dan kedalaman keilmuan. Menyiapkan mentalitas santri agar kelak tumbuh menjadi pemimpin yang jujur, adil, dan berintegritas tinggi. Pesantren Sebagai Laboratorium Sosial Demokrasi Turut hadir memperkaya wawasan peserta, Kepala Sekolah Pondok Pesantren Al-Mujahidin Balikpapan, Samino, S.Si., M.Pd. Dalam materinya, Samino menegaskan bahwa institusi pesantren memiliki peran ganda, yakni tidak hanya sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga sebagai laboratorium sosial yang aktif menanamkan nilai-nilai demokrasi secara praktis. Hal ini tercermin secara nyata melalui dinamika organisasi santri, salah satunya dalam pemilihan Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Proses pemilihan internal didesain menggunakan mekanisme pemungutan suara ala standar KPU. Para santri didorong untuk belajar menentukan pilihan secara independen, objektif, dan bebas dari segala bentuk intimidasi. Praktik lapangan ini diyakini menjadi bekal berharga sebelum santri terjun menjadi pemilih pemula yang sesungguhnya di tengah masyarakat. Kegiatan edukatif ini turut dihadiri oleh Kepala Subbagian (Kasubbag) Partisipasi dan Hubungan Masyarakat (Parhubmas) dan SDM, jajaran Staf Sekretariat KPU Kota Balikpapan, serta ratusan santriwan dan santriwati.

Rangkul FKUB, KPU Kota Balikpapan Perkuat Stabilitas Politik dan Mitigasi Hoaks SARA

BALIKPAPAN – Suasana penuh kehangatan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Sosialisasi Peningkatan Partisipasi Pemilih dan Stabilitas Politik Daerah yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan. Bersinergi erat dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Balikpapan, kegiatan strategis ini dilangsungkan di Klenteng Guang Di Miao pada hari Kamis, 20 Agustus 2026. Kegiatan yang mempertemukan penyelenggara pemilu dengan para tokoh dari berbagai elemen agama ini dibuka secara resmi oleh Anggota KPU Kota Balikpapan, Muhammad Rizal. Dalam sambutan pembukanya, Muhammad Rizal menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kehadiran, kehangatan, serta antusiasme para tokoh agama dalam mengawal kualitas demokrasi di Kota Balikpapan. Moderasi Beragama dan Larangan Kampanye di Rumah Ibadah Dalam sesi pemaparan materi, Bapak I Nengah Kayun Widiartana, S.H., selaku narasumber, menyampaikan bahwa kerukunan bangsa dapat terus terwujud melalui sikap toleransi yang dipupuk lewat penguatan moderasi beragama. "Moderasi beragama adalah cara pandang dan perilaku menjalankan ajaran agama secara seimbang dan tidak berlebihan. Indikator pentingnya meliputi komitmen kebangsaan, toleransi, sikap anti-kekerasan, serta penolakan tegas terhadap penggunaan rumah ibadah untuk kegiatan kampanye," paparnya. Pernyataan tersebut sejalan dengan materi utama yang disampaikan oleh Ketua KPU Kota Balikpapan, Prakoso Yudho Lelono. Yudho secara tegas mengingatkan aturan kampanye yang tertuang dalam Pasal 280 ayat (1) huruf h UU No. 7 Tahun 2017, yang melarang keras peserta maupun tim kampanye menggunakan tempat ibadah untuk berkampanye. Lebih lanjut, Yudho juga menjabarkan 5 Indikator Demokrasi Berkualitas, yang meliputi: Bebas: Penentuan pilihan dilakukan tanpa adanya paksaan atau intimidasi. Beradab: Mengedepankan sikap saling menghormati antarsesama. Cerdas: Memilih berdasarkan rekam jejak dan program kerja, bukan karena terprovokasi ujaran kebencian. Adil: Menjadikan pemilu sebagai ruang adu gagasan. Damai: Menerima hasil pemilihan dengan lapang dada atau menempuh jalur hukum yang sah jika terjadi sengketa. Tantangan Pemilih Digital dan Hoaks SARA Jalannya sosialisasi semakin tajam dengan catatan kesimpulan dari Anggota KPU Kota Balikpapan, Suhardi, yang bertindak selaku moderator. Suhardi menyoroti proyeksi tantangan pada Pemilu 2029 mendatang, di mana dominasi pemilih akan bergeser ke generasi yang sangat erat dengan dunia digital. "Potensi pemilih masa depan kita akan didominasi oleh Generasi Alpha yang saat ini duduk di bangku kelas 3 SMP dengan proyeksi sekitar 7 persen, kemudian Generasi Z sekitar 25 persen, dan Milenial. Tantangan terbesar kita di era digital tersebut adalah maraknya ancaman disinformasi dan hoaks yang berbau SARA," urai Suhardi. Komitmen KPU Kota Balikpapan dan Dukungan Lintas Tokoh Melalui kegiatan ini, KPU Kota Balikpapan menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pemilu yang tidak hanya tinggi dari segi kuantitas partisipasi masyarakat, tetapi juga unggul secara kualitas dengan menjunjung tinggi asas, prinsip, dan kode etik penyelenggaraan. Sinergi bersama tokoh agama dinilai sebagai pilar krusial untuk mengedukasi umat, meredam penyebaran hoaks, menolak politik uang, serta memastikan tempat ibadah tetap murni sebagai pusat kedamaian umat. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris KPU Kota Balikpapan, jajaran Kasubbag, dan Staf Sekretariat KPU Kota Balikpapan. Dukungan penuh dari lintas agama dibuktikan dengan hadirnya Ketua FKUB Kota Balikpapan (Drs. H. Hakimin MM), beserta jajaran Ketua dan Anggota dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Kerjasama Gereja Balikpapan (BKSGB), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Kevikepan, OMI WALUBI, serta Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Balikpapan.

KPU Balikpapan Ajak Komunitas Pemuda dan Otomotif Jadi Pelopor Demokrasi Berkualitas

BALIKPAPAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan terus melakukan inovasi dalam memperluas jangkauan edukasi politiknya. Pada Rabu, 12 Agustus 2026, KPU Balikpapan merangkul belasan komunitas pemuda dan klub otomotif (bikers) untuk mengikuti kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026. Mengambil tempat yang santai dan dekat dengan keseharian anak muda, yakni di Waras Coffee, kegiatan ini mengusung tema “Pemilih Cerdas, Demokrasi Berkualitas.” Membangun Kesadaran Politik untuk Pemimpin Berkualitas Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua KPU Kota Balikpapan, Prakoso Yudho Lelono. Dalam sambutannya, Yudho menekankan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk membangun dan menguatkan kesadaran politik masyarakat Kota Balikpapan, khususnya dari kalangan komunitas. "Harapan kita bersama, melalui kesadaran politik yang baik, Pemilu dan Pilkada ke depan dapat menghasilkan sosok pemimpin maupun perwakilan masyarakat yang mampu membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi daerah," ujar Yudho. Fokus Agenda KPU 2026 dan Edukasi Pemilih Cerdas Dipandu oleh Anggota KPU Kota Balikpapan, Suhardy, selaku moderator, acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi. Anggota KPU Kota Balikpapan, Makta, hadir sebagai narasumber pertama yang menjelaskan fokus tugas KPU di tahun 2026 non-tahapan ini. Makta memaparkan tiga agenda utama KPU saat ini, yaitu: pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), pelaksanaan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan, serta penguatan dan integrasi Sistem Informasi Pemilu. Turut hadir sebagai narasumber, Akademisi dari Universitas Balikpapan (UNIBA), Bapak Johans Kadir Putra. Dalam paparannya, Johans menitikberatkan pada pentingnya membangun karakter pemilih yang cerdas. Ia juga menyinggung hal teknis seperti parameter kelayakan dalam penentuan lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS). Lebih jauh, Johans membedah berbagai bentuk pelanggaran yang kerap mencoreng pemilihan, seperti praktik politik uang (money politics) dan kampanye hitam (black campaign). Ia membagikan strategi mitigasi untuk menangkal pelanggaran tersebut, dengan harapan kualitas demokrasi yang bersih dapat benar-benar terbangun mulai dari tingkat akar rumput (grassroots). Antusiasme Belasan Komunitas Kegiatan sosialisasi ini mendapat sambutan yang sangat antusias dari berbagai komunitas yang hadir. Solidaritas dan semangat untuk mewujudkan pemilu yang bersih sangat terasa dari partisipasi aktif komunitas-komunitas berikut: Muda Berkarya Community (MBC) Ranger Max Brothers Borneo (RMB) Yamaha N-Max Club Indonesia (YNCI) Yamaha Aerox Club Indonesia (YACI) ZEUS Queen Max Kawasaki Motor Club (KMC) Joktop Konco Bunglon Joker Max Club Indonesia (JMCI) Pura Pura Biker Lexi Bpp Guardian Lady Bikers Kaltim (LBK BPN) Yamaha Vixion Club Indonesia (YVCI) Wirabuana Melalui sinergi bersama komunitas yang memiliki solidaritas dan basis massa yang kuat ini, KPU Kota Balikpapan optimistis bahwa pesan-pesan pemilu damai dan tolak politik uang dapat tersampaikan dengan lebih efektif dan meluas di tengah masyarakat.

Fokus 3 Agenda Pasca-Pilkada, KPU Balikpapan Ajak PCNU Wujudkan Demokrasi Berkualitas

BALIKPAPAN – Dalam upaya merawat kualitas demokrasi di Kota Beriman, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan terus memperluas sinergi dengan berbagai elemen masyarakat. Pada hari Jumat, 7 Agustus 2026, KPU Balikpapan menggelar kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026 bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Balikpapan. Berlangsung di Gedung PCNU Kota Balikpapan, kegiatan ini mengangkat tema strategis, yakni “Demokrasi Berkualitas Berbasis Nilai-Nilai Kebangsaan dan Keislaman”. Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua dan Anggota KPU Kota Balikpapan, Ketua PCNU Kota Balikpapan beserta jajaran pengurus, serta staf Sekretariat KPU Kota Balikpapan. Tiga Agenda Utama KPU Pasca-Pilkada Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua KPU Kota Balikpapan, Prakoso Yudho Lelono. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa tugas penyelenggara pemilu tidak lantas berhenti setelah Pilkada usai. KPU tetap menjalankan rutinitas yang berfokus pada tiga pilar utama, yaitu: Pembaruan Sistem Informasi Terintegrasi: Meliputi pemeliharaan aplikasi seperti SIDALIH, SIREKAP, dan SIPOL. Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB): Menjaga akurasi pangkalan data pemilih. Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan: Terus memberikan edukasi politik kepada masyarakat luas. Lebih lanjut, Yudho memaparkan fakta demografi politik saat ini. Berdasarkan data pemilih, panggung demokrasi kini didominasi oleh kelompok pemilih muda dari Generasi Z dan Generasi Y (Milenial), yang porsinya mencapai 45 hingga hampir 50 persen dari total keseluruhan pemilih. Tantangan Demokrasi dan Peran Krusial Ulama Sementara itu, Anggota KPU Kota Balikpapan, Suhardy, menyoroti ragam hambatan dalam mewujudkan pemilu yang ideal. Ia menegaskan bahwa tantangan utama demokrasi saat ini adalah masifnya penyebaran hoaks (hoax), maraknya kampanye hitam (black campaign), praktik politik transaksional, hingga munculnya krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah atau pemimpin. Senada dengan hal tersebut, Anggota KPU Kota Balikpapan, Muhammad Rizal, menekankan pentingnya pendekatan moral dan spiritual di tengah masyarakat. Menurutnya, untuk membendung tantangan tersebut, diperlukan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat, khususnya para tokoh agama, alim ulama, dan kiai. "Kehadiran ulama sangat krusial untuk terus mengedukasi publik agar tidak terjebak dalam gaya hidup konsumtif yang memicu pragmatisme, serta menjauhi praktik politik transaksional. Semua ini demi melahirkan sosok pemimpin daerah dan bangsa yang benar-benar berkapasitas dan berintegritas," tegas Rizal. Melalui kolaborasi strategis bersama PCNU ini, KPU Kota Balikpapan berharap nilai-nilai kebangsaan yang sejalan dengan ajaran keislaman dapat menjadi benteng moral masyarakat dalam menentukan arah masa depan demokrasi.

Rangkul Kelompok Cipayung, KPU Kota Balikpapan Perkuat Literasi Politik Mahasiswa

BALIKPAPAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan kembali menunjukkan komitmennya dalam merangkul generasi muda. Pada hari Jumat, 24 Juli 2026, KPU Balikpapan menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan bagi Pemilih Muda Tahun 2026. Berlokasi di Asta Coffee, kegiatan kali ini secara khusus menggandeng para aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung (Cipayung Plus) se-Kota Balikpapan dengan mengusung tema “Menjadi Pemilih Cerdas, Menciptakan Demokrasi Berkualitas”. Peran Strategis Pemuda dalam Demokrasi Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua KPU Kota Balikpapan, Prakoso Yudho Lelono. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa generasi muda, khususnya kalangan mahasiswa, memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan arah demokrasi bangsa ke depan. Menurut Prakoso, pendidikan kepemiluan tidak boleh berhenti pada momentum pemilu saja, melainkan harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Langkah ini krusial agar senantiasa lahir pemilih-pemilih muda yang cerdas, kritis, berintegritas, dan mampu berpartisipasi aktif dalam mengawal setiap tahapan demokrasi di daerah. Literasi Kepemiluan dan Integritas Untuk membedah tema secara mendalam, KPU Kota Balikpapan menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni Akademisi Universitas Balikpapan (UNIBA), Wawan Sanjaya, serta Anggota KPU Kota Balikpapan, Suhardy. Melalui sesi pemaparan materi dan diskusi yang berlangsung interaktif, para peserta diajak untuk memahami esensi literasi kepemiluan. Narasumber juga menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta memperkuat komitmen bersama untuk menolak segala bentuk kecurangan guna mewujudkan pemilu yang demokratis dan berkualitas. Kolaborasi Inklusif Lintas Organisasi Kegiatan sosialisasi ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus konsolidasi gagasan antar-organisasi mahasiswa. Adapun peserta yang hadir mewakili berbagai elemen dari Kelompok Cipayung Plus di Kota Balikpapan, yang meliputi: Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Melalui pelibatan aktif dari Kelompok Cipayung Plus ini, KPU Kota Balikpapan berharap pesan-pesan pendidikan pemilih dapat disebarluaskan lebih masif ke basis-basis mahasiswa dan masyarakat, sehingga kualitas demokrasi di Kota Beriman dapat terus meningkat.

Populer

Belum ada data.

🔊 Putar Suara