Berita KPU Balikpapan

Dua Pasangan Balon Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan dari Jalur Independen Serahkan Mandat ke KPU Kota Balikpapan

BALIKPAPAN—Mendekati jadwal pendaftaran Calon Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan dari jalur independen, sejumlah operator dari dua pasangan calon mendatangi kantor KPU Kota Balikpapan, Jumat (13/02/2020). Sejumlah operator yang datang ke Kantor KPU Kota Balikpapan itu adalah operator dari pasangan calon Letlkol CAJ H Solahudin Siregar – Muhammad. Dan pasangan calon Agus Laksito – Soeharto. Kehadiran mereka ke Kantor KPU Kota Balikpapan untuk bertemu langsung dengan operator yang nenangani  Sistem Informasi Pencalonan atau SILON. Serta mereka juga bertemu dengan Komisioner KPU Kota Mega Feriani Ferry. Komisioner KPU Kota Balikpapan Mega Feriani Ferry mengatakan, tim dari kedua pasangan akhirnya telah menyerahkan surat mandat bakal pasangan calon dari  jalur perseorangan. “Iya, sampai hari ini sudah ada dua bakal paslon perseorangan yang menyerahkan mandatnya ke kami,” ujar Mega Feriani Ferry. Ia juga mengatakan sampai dengan saat ini, sebelum dibukanya penyerahan dukungan dari tanggal 19 hingga 23 Februari nanti. Ke dua pasangan calon dari jalur independen sudah semua menyerahkan surat mandatnya kepada KPU Kota Balikppan, baik itu mandat untuk LO maupun operator penginput data dukungan ke Silon (Sistem Informasi Pencalonan. Lebih lanjut Mega menyampaikan, syarat bukti dukungan yang harus dikumpulkan setiap pasangan calon dari jalur perseorangan sebanyak 39.450 lembar formulir yang isinya adalah data warga yang memberikann dukungan lengkap dengan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang ditempelkan di formulir B1 KWK. Setelah memeberikan mandat kepada KPU Kota Balikpapan, selanjutnya KPU sudah menyerahkan nama akun dan kata sandi Silon kepada tim jalur perseorangan untuk melakukan penginputan data bukti dukungan. User name dan password untuk Silon itu dianjurkan KPU agar dirubah passwordnya. Hal ini sengaja dilakukan agar operator lebih mudah untuk masuk ke aplikasi Silon di komputer atau laptop. Sebab password yang diberikan dari KPU itu masih bersifat standar dan memang harus diganti oleh para operator pasangan calon. Setelah para operator dari dua pasangan calon dari jalur independen ini, KPU Kota Balikpapan akan melakukan monitoring. “Monitoring tersebut juga sebagai bentuk bimbingan teknis dan konsultasi dari KPU kepada para operator Silon tim jalur perseorangan, sehinggga jika ada kendala akan diketahui lebih awal dan agar bisa segera ditangani”, pungkasnya. Mega mengungkapkan bentuk koordinasi KPU ke tim para calon supaya tak ada kendala agar dilakukan sebelum batas waktu penyerahan dukungan berakhir pada tanggal 23 Februari mendatang. “Untuk itu kami berpesan dan beraharap agar para operator untuk tidak sungkan berkordinasi dan berkonsultasi kepada kami mengenai Silon. Sebab kalau sudah menyerahkan dukungan pada 23 Februari nanti diharapkan sudah tidak ada lagi kendala. Jangan sampai ada masalah atau ada yang kurang, buntutnya nantikan jadi TMS atau tidak memenuhi syarat,” pungkas Mega Feriani Ferry.

Bentuk Kampung Demokrasi, KPU Kota Balikpapan Audiensi ke Seluruh Kecamatan seBalikpapan

BALIKPAPAN—Untuk meningkatkan pengetahuan dan partisipasi masyarakat pada ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) maupun Pemilihan Umum (Pemilu), KPU Kota Balikpapan akan mencanangkan Kampung Demokrasi. Kampung Demokrasi ini nantinya akan berdiri di setiap kecamatan yang ada di Kota Balikpapan. Untuk pencanangan Kampung Demokrasi ini, KPU Kota Balikpapan telah melakukan audiensi ke 5 kecamatan yang ada di Balikpapan. Audinesi ini dilakukan langsung komisioner KPU Kota Balikpapan, Sekretaris KPU Kota Balikpapan dan Subbag Teknis Sekretariat KPU Kota Balikpapan. Audiensi yang pertama dilakukan adalah dengan mengunjungi Kantor Kecamatan Balikpapan Utara kemudian Kantor Kecamatan Balikpapan Barat. Audiensi ini dipimpin langsung Komisioner KPU Kota Balikpapan Syahrul Karim dan Mega Feriani Ferry. Dengan didampingi sekretaris KPU Kota Balikpapan Drs Syahbrani serta Kasubbag Teknis RR Suprasmi Retnaningsih, Senin (10/02/2020). Dalam audiensi tersebut, Syahrul Karim menyatakan, bahwa KPU Kota Balikpapan akan membuat Kampung Demokrasi. Kampung Demokrasi ini adalah dibangunnya TPS yang sifatnya permanet dan akan didirikan di salah satu kelurahan di setiap kecamatan. “Dengan dibuatnya TPS itu diharapkan dapat dijadikan warga untuk mengetahui seperti apa alur pemilihan atau pencoblosan. Baik itu saat Pilkada maupun Pemilu. Maka kami berharap kepada pihak kecamatan agar dapat menentukan di kelurahan mana Kampung Demokrasi itu akan kami dirikan,” ujar Syahrul Karim. Sementara itu Sekretaris KPU Kota Balikpapan Drs Syahbrani mengatakan, rencana pembentukan Kampung Demokrasi ini selain dijadikan tempat pembelajaran tentang Pilkada dan demokrasi, Kampung Demokrasi yang dibuat itu layaknya TPS sungguhan. “Jadi selain dijadikan tempat belajar berdemokrasi seperti pencoblosan saat Pemilu maupun Pilkada. Tempat itu juga dapat dimanfaatkan warga untuk dijadikan tempat pemilihan Ketua RT,” ujar Syahbrani. Syahbrani juga menyampaikan, bahwa pembangunan Kampung Demokrasi berupa pembangunan TPS sungguhan itu akan dibiayai sepenuhnya oleh KPU Kota Balikpapan. “Di Kampung Demokrasi itu akan kita dirikan TPS persis seperti TPS saat Pemilu atau Pilkada. Di sana nanti ada tenda berukuran 8X10 meter. Ada mejanya. Ada bilik suaranya. Ada kotak suaranya. Ada papan tulisnya. Intinya TPS permanen itu sama persis dengan TPS saat Pemilu maupun Pilkada,” imbuh Syahbrani. Setelah melakukan audiensi ke Kantor Kecamatan Balikpapan Utara dan Kantor Kecamatan Balikpapan Barar. KPU Kota Balikpapan kembali melakukan audiensi ke kantor Kecamatan Balikpapan Kota, kantor Kecamatan balikpapan Tengah dan Kecamatan Balikpapan Selatan, Selasa (11/02/2020). Dari hasil audiensi KPU Kota Balikpapan ke 5 kecamatan tersebut, seluruhnya menyambut baik program KPU Kota Balikpapan tentang dibentuknya Kampung Demokrasi ini. Dan seluruh camat dalam satu minggu ke depan sudah memberikan jawaban di keluarahan mana yang akan dijadikan tempat Kampung demokrasi. “Kami tinggal menunggu pihak kecamatan saja. Di mana kelurahan yang akan dijadikan tempat Kampung Demokrasi tersebut. Sebab KPU Kota Balikpapan hanya menentukan 1 Kampung Demokrasi untuk 1 kecamatan. Dan kami berharap agar tempat yang dijadikan kampung demokrasi berlokasi di wilayah yang baik. Kalau bisa ada bernuansa yang indah. Tidak berdekatan dengan tempat pembuangan sampah. Tidak berada di tengah perkampungan yang padat penduduknya. Intinya lokasinya harus bagus dan indahlah. Karena pembangunan TPS inikan sifatnya permanen. Dan yang perlu diingat kampung demokrasi ini saat ini sudah ada di Kecamatan Balikpapan Timur,” pungkas Syahrul Karim.

60 Calon Anggota PPK Jalani Test Wawancara

BALIKPAPAN--KPU Kota Balikpapan menggelar tes wawancara bagi 60 orang calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) selama dua hari yang dilaksanakan di Hotel Horison Sagita, Gunung Malang Balikpapan, Sabtu – Minggu (8-9/02/2020). Para peserta tes wawancara ini seluruhnya berjumlah 60 orang yang terdiri dari 10 orang dari setiap kecamatan dari  6 kecamatan yang ada di Kota Balikpapan. Peserta wawancara ini sebelumnya telah lolos tes tertulis. “8-9 Februari waktu dimana teman-teman calon PPK yang kemarin lolos di tertulis sekarang memasuki tes wawancara,” ujar Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha. KPU Kota Balikpapan menargetkan dalam dua hari itu, bisa menyelesaikan 6 kecamatan. Dimana setiap kecamatan untuk tes wawancara durasi waktunya sekitar 4 jam. Para calon anggota PPK ini mengikuti tes wawancara yang dilakukan langsung oleh ketua dan 4 komisioner KPU Kota Balikpapan. Mulai dari pukul 8 pagi hingga menjelang tengah malam. Di mana untuk hari pertama Sabtu 8 Februari terdiri dari 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Balikpapan Kota, Kecamatan Balikpapan Tengah dan Kecamatan Balikpapan Barat. Masing masing kecamatan terdiri dari 10 orang calon Anggota PPK. Kemudian di hari ke 2 adalah calon anggota PPK dari Kecamatan Balikpapan Utara. Kecamatan Balikpapan Timur dan Kecamatan Balikpapan Selatan. Khusus untuk Kecamatan Balikpapan Kota hanya diikut 9 calon Anggota PPK. Padahal dari tes tertulis diikuti 10 orang dan semuanya langsung lolos. “Hari ini rupanya yang hadir cuma 9, kalau sampai nanti berakhirnya wawancara berartri gugur,” ujarnya. Noor Thoha menyatakan bahwa dari hasil test wawancara ini akan diambil 5 orang yang dinyatakan lolos test wawancara.  “Kita ambil 5 orang (yang lolos), kemudian 5 itu kita umumkan tapi bagi yang calon peserta yang besstatus PNS dan ternyata hasil kualifikasinya bagus kita masih minta satu syarat lagi yatu ijin dari atasan kepala kantor saja,” imbuh Noor Thoha Dalam test wawancara tersebut, menurutnya, ada tiga materi dalam wawancara.  Pertama terkait pengetahuan tentang kepemiluan. Kedua leadership dan ketiga paling penting adalah integritas. Karena itu penting bagi penyelenggara pemilu. “Yang dinilai pertama pengetahuan tentang kepemiluan, kedua leadership dari tatacara berbicara, tatacara menyelesaikan masalah itu kita gali,” ujarnya Kemudian test wawancara selanjutnya adalah integritas. Integritas ini menjadi penting, karena integritas itu harga mati bagi pnyelenggara itu. Tidak boleh berafiliasi kepada siapapun, peserta maupun partai politik.   Selain itu, KPU Kota Balikpapan juga menelusuri jejak digital calon PPK. Karena jika saja berafiliasi dengan partai politik kemungkinan akan langsung gugur. Kemudian ada psikotes, khususnya bagaimana mengelola emosional. “Jadi itu bisa dilihat dimana, jejak digital, jadi akunnya langsung kita minta, langsung kita searching, langsung kita dalami di situ. Seperti akun facebook, instagram dan twiiter. Dari situ nanti kita lihat hari apa, tanggal berapa, dia pernah caption apa, kemudian dia berafiliasi kemana itu akan keliatan semua,” pungkas Noor Thoha.    

Dihadiri Seluruh Lurah, Babinsa dan Bhabinkantibmas, KPU Kota Balikpapan Kembali Gelar Sosialisasi

BALIKPAPAN—KPU Kota Balikpapan kembali menggelar Sosialisasi Tahapan Pilkada Kota Balikpapan Tahun 2020 yang digelar di Hotel Pacific, Kamis 6 Februari 2020. Dalam acara sosialisasi ini hadir Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha, seluruh komisoner, Sekretaris KPU Kota Balikpapan Drs Syahbrani, sejumlah Kasubbag dan staff dari sekretariat KPU Kota Balikpapan. Acara ini juga dihadiri oleh Lurah, anggota Babinsa dan anggota Bhabinkantibmas dari seluruh kelurahan yang ada di Balikpapan. Sosialisasi ini dikemas dengan menghadirkan beberapa narasumber. Diantaranya Komisioner KPU Kota Balikpapan Syahrul Karim. Kemudian narasumber ke 2 adalah Danramil Balikpapan Barat Mayor Inf Masrukan yang hadir mewakili Dandim 0905 Balikpapan yang berhalangan hadir dikarenakan ada tugas penting yang tidak bisa ditinggalkan. Dan narasumber ke tiga adalah Kabagops Polresta Balikpapan Kompol Dody Suryo Putro SIK, yang mewakili Kapolresta Balikpapan yang juga berhalangan hadir dikarenakan sedang menjalani tugas penting. Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha dalam sambutannya mengatakan, digelarnya sosialisasi Tahapan Pilkada Kota Balikpapan Tahun 2020 dengan mengundang anggota Babinsa dan anggota Bhabinkantibmas itu dikarenakan para anggota Babinsa dan Bhabinkantibmas ini memiliki kedekatan emosional kepada warga yang ada di wilayah tugasnya. “Hampir semua angggota Babinsa dan Bhabinkantibmas ini kan akrab dengan ketua RT dan warganya. Jika anggota Babinsa dan anggota Bhabinkantibmas ini berbicara atau berdialog dengan warga. Itu sudah pasti didengar oleh warga. Makanya kami di KPU memberikan pembekalan kepada mereka agar para anggota Babinsa dan Bhabinkantibmas diharapkan dapat membantu KPU untuk turut mensosialisasikan Pilkada, bahwa pada tanggal 23 September nanti akan ada pemilihan kepala daerah,” ujar Noor Thoha. Usai Noor Thoha memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi, acara dilanjutkan dengan dialog. Dialog ini dimoderatori oleh Komisioner KPU Kota Balikpapan Ridwansyah Heman. Dengan menghadirkan 3 nara sumber, Komisioner KPU Kota Balikpapan Syahrul Karim, Danramil Balikpapan Barat Mayor Inf Masrukan serta Kabagops Polresta Balikpapan Kompol Dody Suryo Putro SIK dan Pemateri pertama yang memberikan materi adalah, Komisioner KPU Kota Balikpapan Syahrul Karim. Di hadapan sejumlah peserta yang hadir, Syahrul menyampaikan tentang program dan jadwal Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan sesuai dengan PKPU Nomor 16 tahun 2019. “Saat ini kami sedang fokus melakukan seleksi anggota PPK. Dan dalam dua hari ke depan akan ada test wawancara bagi calon anggota PPK yang sudah lolos seleksi adminitrasi dan lolos ujian tertulis,” ujar Syahrul Karim. Syahrul juga mengatakan, bahwa semua kegiatan yang dilaksanakan oleh KPU Kota Balikpapan sudah mengacu pada PKPU Nomor 16 Tahun 2019. Di dalam PKPU tersebut sudah jelas semuanya tentang tahapan yang akan dilaksanakan. “Seetelah PPK terpilih dan dilantik, nanti akan ada dibentuk PPS dan PPDP atau Petugas Pemutakhiran Data Pemilih. PPDP ini nantinya akan mengunjungi rumah rumah warga untuk mendata warganya dengan berpatokan pada kartu keluarga. Nanti PPDP yang mendata dan akan dimasukkan ke Daftar Pemilih Tetap atau DPT,” imbuh Syarul lagi. Setelah Syahrul memberikan paparannya, giliran Mayor Inf Masrukan yang memberikan materi. Dalam paparan yang disampaikannya, ada beberapa yang patut diperhatikan diantaranya kondisi geografi dan kondisi demografi di Balikpapan, ini sesuai dengan peran dan tugas TNI berdasarkan UU 34 Tahun 2004. “Dengan kondisi geografi dan demografi di kota Balikpapan ini. Kita diuntungkan, sebab kondisi demografi dan geografi masih terbilang baik. Semua mudah dijangkau. Jadi jika ada apa apa kita mudah mengatasinya dan bisa juga menangkal atau mengantisipasi jika ada indikasi yang mengarah pada keributan. Namun sekali lagi kita diuntungkan, sebab masyarakat Balikpapan hitrogen. Dengan masyarakat yang hitrogen ini, warganya rukun sampai dengan saat ini. Padahal warga Balikpapan terdiri bermacam macam suku,” ujar Masrukan. Usai memberikan paparannya, giliran adalah Kabagops Polresta Balikpapan Kompol Dody Suryo Putro SIK. Diantara paparan yang disampaikan Dody adalah jumlah personil dalam rangka pengamanan Pilkada Kota Balikpapan Tahun 2020. Di mana rinciannya adalah : saat pendaftaran dan penetapan nomor urut calon, Polresta Balikpapan akan menurunkan personil sebanyak 30 personil. Kemudian saat kampanye Polrtesta Balikpapan akan menurunkan personilnya sebanyak 150 orang. Begitu pula untuk distribusi logistik Pilkada akan ada 150 personil dari Polresta Balikpapan diturunkan untuk mengamankannya. Sedang untuk masa tenang pun Polresta Balikpapan menurunkan 150 anggotanya. Kemudian pada saat pemungutan suara Polresta Balikpapan akan menurunkan 650 personil. Dan umtuk penghitungan suara Polresta Balikpapan juga menurunkan sebanyak 650 personil. Dan yang terakhir adalah penetapan dan pengumuman pasangan calon terpilih Polresta Balikpapan akan menurunkan personilnya sebanyak 650 personil. “Angka ini bisa saja berubah atau mengalami peningkatan jumlah personil. Itu tergantung kondisi di lapangan nanti,” pungkas Dody Suryo Putro.

Dihadiri Seluruh Lurah, Babinsa dan Bhabinkantibmas, KPU Kota Balikpapan Kembali Gelar Sosialisasi

BALIKPAPAN—KPU Kota Balikpapan kembali menggelar Sosialisasi Tahapan Pilkada Kota Balikpapan Tahun 2020 yang digelar di Hotel Pacific, Kamis 6 Februari 2020. Dalam acara sosialisasi ini hadir Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha, seluruh komisoner, Sekretaris KPU Kota Balikpapan Drs Syahbrani, sejumlah Kasubbag dan staff dari sekretariat KPU Kota Balikpapan. Acara ini juga dihadiri oleh Lurah, anggota Babinsa dan anggota Bhabinkantibmas dari seluruh kelurahan yang ada di Balikpapan. Sosialisasi ini dikemas dengan menghadirkan beberapa narasumber. Diantaranya Komisioner KPU Kota Balikpapan Syahrul Karim. Kemudian narasumber ke 2 adalah Danramil Balikpapan Barat Mayor Inf Masrukan yang hadir mewakili Dandim 0905 Balikpapan yang berhalangan hadir dikarenakan ada tugas penting yang tidak bisa ditinggalkan. Dan narasumber ke tiga adalah Kabagops Polresta Balikpapan Kompol Dody Suryo Putro SIK, yang mewakili Kapolresta Balikpapan yang juga berhalangan hadir dikarenakan sedang menjalani tugas penting. Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha dalam sambutannya mengatakan, digelarnya sosialisasi Tahapan Pilkada Kota Balikpapan Tahun 2020 dengan mengundang anggota Babinsa dan anggota Bhabinkantibmas itu dikarenakan para anggota Babinsa dan Bhabinkantibmas ini memiliki kedekatan emosional kepada warga yang ada di wilayah tugasnya. “Hampir semua angggota Babinsa dan Bhabinkantibmas ini kan akrab dengan ketua RT dan warganya. Jika anggota Babinsa dan anggota Bhabinkantibmas ini berbicara atau berdialog dengan warga. Itu sudah pasti didengar oleh warga. Makanya kami di KPU memberikan pembekalan kepada mereka agar para anggota Babinsa dan Bhabinkantibmas diharapkan dapat membantu KPU untuk turut mensosialisasikan Pilkada, bahwa pada tanggal 23 September nanti akan ada pemilihan kepala daerah,” ujar Noor Thoha. Usai Noor Thoha memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi, acara dilanjutkan dengan dialog. Dialog ini dimoderatori oleh Komisioner KPU Kota Balikpapan Ridwansyah Heman. Dengan menghadirkan 3 nara sumber, Komisioner KPU Kota Balikpapan Syahrul Karim, Danramil Balikpapan Barat Mayor Inf Masrukan serta Kabagops Polresta Balikpapan Kompol Dody Suryo Putro SIK dan Pemateri pertama yang memberikan materi adalah, Komisioner KPU Kota Balikpapan Syahrul Karim. Di hadapan sejumlah peserta yang hadir, Syahrul menyampaikan tentang program dan jadwal Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan sesuai dengan PKPU Nomor 16 tahun 2019. “Saat ini kami sedang fokus melakukan seleksi anggota PPK. Dan dalam dua hari ke depan akan ada test wawancara bagi calon anggota PPK yang sudah lolos seleksi adminitrasi dan lolos ujian tertulis,” ujar Syahrul Karim. Syahrul juga mengatakan, bahwa semua kegiatan yang dilaksanakan oleh KPU Kota Balikpapan sudah mengacu pada PKPU Nomor 16 Tahun 2019. Di dalam PKPU tersebut sudah jelas semuanya tentang tahapan yang akan dilaksanakan. “Seetelah PPK terpilih dan dilantik, nanti akan ada dibentuk PPS dan PPDP atau Petugas Pemutakhiran Data Pemilih. PPDP ini nantinya akan mengunjungi rumah rumah warga untuk mendata warganya dengan berpatokan pada kartu keluarga. Nanti PPDP yang mendata dan akan dimasukkan ke Daftar Pemilih Tetap atau DPT,” imbuh Syarul lagi. Setelah Syahrul memberikan paparannya, giliran Mayor Inf Masrukan yang memberikan materi. Dalam paparan yang disampaikannya, ada beberapa yang patut diperhatikan diantaranya kondisi geografi dan kondisi demografi di Balikpapan, ini sesuai dengan peran dan tugas TNI berdasarkan UU 34 Tahun 2004. “Dengan kondisi geografi dan demografi di kota Balikpapan ini. Kita diuntungkan, sebab kondisi demografi dan geografi masih terbilang baik. Semua mudah dijangkau. Jadi jika ada apa apa kita mudah mengatasinya dan bisa juga menangkal atau mengantisipasi jika ada indikasi yang mengarah pada keributan. Namun sekali lagi kita diuntungkan, sebab masyarakat Balikpapan hitrogen. Dengan masyarakat yang hitrogen ini, warganya rukun sampai dengan saat ini. Padahal warga Balikpapan terdiri bermacam macam suku,” ujar Masrukan. Usai memberikan paparannya, giliran adalah Kabagops Polresta Balikpapan Kompol Dody Suryo Putro SIK. Diantara paparan yang disampaikan Dody adalah jumlah personil dalam rangka pengamanan Pilkada Kota Balikpapan Tahun 2020. Di mana rinciannya adalah : saat pendaftaran dan penetapan nomor urut calon, Polresta Balikpapan akan menurunkan personil sebanyak 30 personil. Kemudian saat kampanye Polrtesta Balikpapan akan menurunkan personilnya sebanyak 150 orang. Begitu pula untuk distribusi logistik Pilkada akan ada 150 personil dari Polresta Balikpapan diturunkan untuk mengamankannya. Sedang untuk masa tenang pun Polresta Balikpapan menurunkan 150 anggotanya. Kemudian pada saat pemungutan suara Polresta Balikpapan akan menurunkan 650 personil. Dan umtuk penghitungan suara Polresta Balikpapan juga menurunkan sebanyak 650 personil. Dan yang terakhir adalah penetapan dan pengumuman pasangan calon terpilih Polresta Balikpapan akan menurunkan personilnya sebanyak 650 personil. “Angka ini bisa saja berubah atau mengalami peningkatan jumlah personil. Itu tergantung kondisi di lapangan nanti,” pungkas Dody Suryo Putro.

Melalui GTS, Seluruh Komisioner KPU Kota Balikpapan Menjadi Pembina Upacara di 5 Sekolah

BALIKPAPAN—Dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan Tahun 2020, Ketua KPU Kota Balikpapan bersama 4 komisionernya menjadi pembina upacara pada saat upacara bendera yang di gelar di 5 sekolah, Senin (3/02/2020) Sosialisaasi bertemakan KPU Goes Too School (GTS) itu dilaksanakan pada saat upacara bendera. Ke 5 sekolah yang menjadi tempat sosialisasi itu adalah SMA Negeri 1 Balikpapan dengan pembina upacara adalah Komisioner KPU Kota Balikpapan Mega Feriani Ferry. Kemudian SMA Negeri 6 Balikpapan dengan Pembina Upacara Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha. Kemudian SMA Nageri 7 Balikpapan dengan pembina upacara Komisioner KPU Kota Balikpapan Yan Fauzi Wardana. Selanjutnya  di SMA Negeri 9 Balikpapan yang menjadi pembina upacaranya adalah Komisioner KPU Kota Balikpapan Syahrul Karim dan yang terakhir adalah di Madrasah Aliyah Negeri Balikpapan yang menjadi pembina upacara adalah Ridwansyah Heman. Kedatangan 5 Komisioner KPU Kota Balikpapan sebagai pembina pada pelaksanaan upacara bendera yang biasa digelar di setiap hari Senin pagi itu di 4 SMA dan 1 MAN di Balikpapan itu menyampaikan bahwa pada tanggal 23 September 2020 akan digelar Pilkada yaitu Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan Tahun 2020. Seluruh Komisioner KPU Kota Balikpapan sangat mengharapkan kepada seluruh siswa agar turut berpartisipasi dengan turut datang ke TPS dan memilih salah satu pasangan calon saat hari pencoblosan 23 september mendatang. Komsioner KPU Kota Balikpapan juga mengharapkan agar para siswa yang sudah berusia 17 tahun dan pada saat 23 September 2020 yang akan datang sudah memasuki usia 17 tahun sudah memiliki hak suara. Dan mereka berhak menyalurkan hak politiknya dengan datang ke TPS dan mencoblos salah satu pasangan calon walikota dan wakil walikota Balikpapan. setelah upacara bendera digelar, acara dilanjutkan dengan memberikan souvenir berupa boneka maskot Pilkada Kota balikpapan 2020 kepada pihak sekolah. Kemudian KPU juga memberikan souvenir boneka maskot Pilkada kepada 10 siswa yang berhasil menjawab pertanyaan yang diberikan oleh komisioner KPU Kota Balikpapan.

Populer

Belum ada data.