Berita KPU Balikpapan

Peluncuran Hari Pemungutan Suara Pemilu Serentak 2024

BALIKPAPAN-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan mengadakan nonton bareng Peluncuran Hari Pemungutan Suara Pemilu Serentak Tahun 2024 bersama Forkompinda dan Partai Politik Peserta Pemilu 2019, instansi terkait dan pimpinan media massa di Halaman Kantor KPU Kota Balikpapan, Senin 14 Februari 2022. Kegiatan Peluncuran Hari Pemungutan Suara Pemilu Serentak Tahun 2024 yang dilakukan KPU RI secara serentak juga disaksikan melalui daring serta live streaming youtube KPU RI oleh KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia. Ketua KPU Kota Balikpapan mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan gaung perdana KPU dalam menyampaikan informasi, sosialisasi sekaligus publikasi kepada masyarakat Kota Balikpapan mengenai hari dan tanggal pemungutan suara Pemilu Serentak 2024. "Tepat 2 tahun mendatang akan dilaksanakan Pemungutan Suara Pilpres dan Pileg Serentak 2024 yang tahapannya akan dimulai pada bulan Juni tahun 2022. Kami berharap setelah kegiatan ini, informasi mengenai hari dan tanggal pemungutan suara Pemilu Serentak 2024 dapat segera diinformasikan secara berjenjang dan massif kepada masyarakat luas, khususnya masyarakat Kota Balikpapan" harap Noor Thoha. Kegiatan ini dilaksanakan setelah sebelumnya KPU Kota Balikpapan berkordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan.

KPU Kota Balikpapan Laksanakan Penandatanganan Perjanjian Kinerja

Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan akuntabel serta berorientasi pada hasil, Kamis, (27/1) bertempat di Aula Kantor KPU Kota Balikpapan dilaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kinerja tahun 2022. Ketua KPU Kota Balikpapan, Noor Thoha, menandatangani Perjanjian Kinerja KPU Kota Balikpapan tahun 2022, diikuti oleh penandatanganan Perjanjian Kinerja Sekretariat yang ditandatangai oleh Sekretaris KPU Kota Balikpapan, Syabrani. Kegiatan tersebut disaksikan oleh seluruh Anggota KPU Kota Balikpapan dan Sekretariat KPU Kota Balikpapan.  

KPU Kota Balikpapan Gelar Rakor Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan ke 3 Tahun 2021

BALIKPAPAN—Komisi Pemilihan Umum Kota Balikpapan melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan ke 3 Tahun 2021 yang digelar di Aula Kantor KPU Kota Balikpapan, Rabu pagi (29/12/2021). Hadir pada acara tersebut diantaranya Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha beserta seluruh Komisioner,Ketua Bawaslu Kota Balikpapan Agustan, serta sejumlah stake holder, diantaranya adalah perwakilan dari Dandim 0905 Balikpapan, perwakilan dari Camat Balikpapan Kota, perwakilan dari Kabag pemerintahan, perwakilan dari Kepala Badan Kesbangpol, perwakilan dari Polresta Balikpapan, perwakilan dari Camat Balikpapan Tengah, perwakilan dari Camat Balikpapan Selatan, perwakilan dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 1 Kaltim, perwakilan dari Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Balikpapan, perwakilan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Balikpapan, perwakilan dari Camat Balikpapan Barat, perwakilan dari Camat Balikpapan Timur, perwakilan dari Kantor Kementrian Agama Kota Balikpapan dan hadir pula perwakilan dari seluruh Partai Politik peserta Pemilu sekota Balikpapan. Ketua KPU Kota Balikpapan dalam sambutannya menyampaikan bahwa KPU dalam hal ini melakukan sedini untuk mungkin menjalin serta membangun kepada seluruh steackholder guna mensukseskan Pemilu serentak Tahun 2024 yang akan datang. Dan ini masih digodok untuk menetukan tanggal pelaksanaan pemilu serentak tahun 2024. Ia menyebut dalam Pemilu serentak  Tahun 2024 mendatang, nantinya tetap akan ada lima tingkatan,  yaitu pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, pemilihan anggota DPR RI, anggota DPD RI, anggota DPRD Provinsi dan anggota DPRD Kabupaten Kota. Di mana KPU mengusulkan Pemilu digelar  pada tanggal 21 Februari 2024 dan untuk  Pilkada dirancang pada bulan November tahun 2024. “Namun ini masih belum pasti, sebab harus ada penetapan dulu dari DPR-RI, Pemerintah dan KPU RI. Di situ nanti jelas, kapan pelaksanaan pemilihhan presiden, pemilihan legislatif maupun pemilihan kepala daerah,” ujar Noor Thoha. Usai Noor Thoha menyampaikan paparannya, giliran Komisoner lainnya yang menyampaikan paparan, yaitu Yan Fauzi Wardana SPsi. Menurutnya, indikator program pelaksanaan Pemilu serentak berdasarkan data itu terdiri dari data pemilih tambahan berdasarkan Pemilu atau Pilkada terakhir. Lalu data pemilih baru. Kemudian data pemilih meninggal dunia. Selanjutnya data pemlih masuk dan keluar daerah. Dan yang terakhir adalah data pemilih yang telah menikah dan belum berumur  17 tahun. “Makanya kami juga menghadirkan Kantor Kementrian Agama pada Rakor ini, agar kita dapat mendapatkan informasi bagi warga yang sudah menikah, walau belum berusia 17 tahun,” ujar Yan Fauzi. Lebih lanjut Yan Fauzi juga menyampaikan, teknik pelaksanaan dalam hal data pada Pemilu serentak Tahun 2024 mendatang meliputi, mempersiapkan data pemilih yang diambil dari form pemilih tambahan yang ada di kotak suara tersegel. Kemudian melakukan koordinasi dengan instansi terkait setiap bulan. Melakukan penyandingan data dan mengolah data pemilih yang diterima dari instansi terkait berdasarkan elemen data yang telah dilengkapi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Balikpapan. Yan Fauzi juga menyampaikan, setelah itu KPU Kota Balikpapan melaksanakan rapat pleno rekapitulasi pemutakhiran data pemilih berkelanjutan setiap bulan. Dan menggelar rapat koordinasi dengan stakeholder terkait 3 bulan sekali. Kemudian mengumumkan hasil rekapitulasi pemutakhiran data pemilih berkelanjutan setiap bulan di media socsal dan papan pengumuman di Kantor KPU Kota Balikpapan. “Setelah itu kami melaporkan hasil rekapitulasi PDPB yang setiap bulan itu kepada KPU RI. KPU Provinsi. Bawaslu dan seluruh partai peserta Pemilu,” pungkas Yan Fauzi. Ketua KPU Kota balikpapan Kota Noor Thoha Balikpapan menyebut, kegiatan Rakor ini sengaja digelar dengan mengundang stakeholder terkait yang bisa memberi kontribusi atas kesempurnaan data pemilih ini. Rakor ini sengaja juga dilaksanakan dengan mengakomodir seluruh stakeholder terkait, yang bisa memberikan kontribusi atas kesempurnaan pemutakhirtan data pemilih ini. “Maka hari ini kita melaksanakan rapat koordinasi, memang terbentuk forum koordinasi, karena data inikan bergerak terus. Misalnya Disdukcapil, memberikan masukan apa. Dari Kanwil Diknas memberikan masukan apa. Dan semua stakeholder memberikan masukan yang sebelumnya itu sudah memberikan data ke kami. Karena KPU inikan tidak bisa bekerja sendiri. Untuk mencapai hasil maksimal, tentu saja harus ditopang dengan berbagai macam masukan dari pihak-pihak terkait,” papar Noor Thoha. Noor Thoha menambahkan, rakor ini akan dilaksakan setiap tiga bulan sekali. Namun rapat plenonya dilaksanakan setiap bulan. “Nah kita kerja sama dengan beliau beliau inikan setiap bulan untuk memasukan datanya. Tapi untuk forum koordinasinya digelar setiap tiga bulan sekali. Dan kegiatan ini dilakukan hingga menjelang pemutakhiran data pemilih yang belum memasuki tahapan. Ini karena penetapan data pemilih berkelanjutan ini kan, pemutakhiran yang tidak dalam tahapan Pemilu. Tapi nanti begitu memasuki tahapan, kita sudah melakukan pemutakhiran data sebagaimana yang diamanatkan undang-undang. Rencananya bulan Agustus tahun depan sudah memasuki tahapan. Sedang untuk Pemilu sendiri tanggalnya belum ditetapkan,” imbuh Noor Thoha.  

KPU Kota Balikpapan Gelar Pleno PDPB Edisi Desember 2021

BALIKPAPAN—Komisi Pemilihan Umum Kota Balikpapan Kembali menggelar rapat pleno Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Edisi bulan Desember 2021 yang dilaksanakan di Aula Kantor KPU Kota Balikpapan, Rabu (29/12/2021). Pada rapat pleno ini dipimpin langsung oleh Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha, seluruh Komisioner dan para Kasubag Sekretariat KPU Kota Balikpapan. Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan ini memang selalu dilaksanakan di setiap akhir bulan sejak bulan April yang lalu. Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha mengatakan, bahwa rapat pleno ini wajib dilaksanakan di akhir bulan untuk menetapkan jumlah pemilih pada Pemilu serentak di tahun 2024 yang akan datang. Pemutakhiran data pemilih ini menurut Noor Thoha didapat dengan bekerja samadari beberapa instansi pemerintah. “Jadi selain kami dari KPU Kota Balikpapan, kami juga bekerja sama dengan stake holder yang lain. Salah satunya adalah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Balikpapan,” ujar Noor Thoha. Ia menyebut, pada setiap bulan angka di PDPB ini pasti mengalami perubahan. Ini disebabkan beberapa faktor, diantaranya adanya warga yang meninggal dunia, warga yang memasuki usia 17 tahun pada Pemilu 2024 nanti serta ada pula warga yang pindah atau datang ke kota Balikpapan. Dan juga ada pula warga yang belum berusia 17 tahun tetapi sudah menikah. “Makanya kami juga bekerja sama dengan Kantor Kementrian Agama Kota Balikpapan. Di situkan ada data, warga yang sudah menikah di bawah usia 17 tahun. Mereka mereka ini juga memiliki hak pilih,” imbuh Noor Thoha. Pada PDPB Edisi Bulan Desember 2021 ini, jumlah pemilih adalah mencapai 448.471 orang. Itu terdiri dari jumlah pemilih laki laki sebanyak 224.144 orang. Sedangkan untuk pemilih perempuan 224.327 orang. “Yang jelas setiap akhir bulan kita pasti mengadakan rapat pleno PDPB ini. Angkanya dipastikan berubah setiap bulannya. Ini dikarenakan banyak hal, salah satu diantaranya adanya warga yang meninggal dunia. Ini otomatis namanya kita coret dari data pemilih,” pungkas Noor Thoha.

Komisioner KPU RI Arief Budiman Kunjungi Kantor KPU Kota Balikpapan

BALIKPAPAN—Komisioner KPU Republik Indonesia Arief Budiman melakukan kunjungan ke kantor KPU Kota Balikpapan. Kehadirannya di kantor tersebut didampingi Ketua KPU Provinsi Kalimantan Timur Rudiansyah , seluruh Komisioner dan Sekrtetaris KPU Provinsi Kalimantan Timur Basir. Selain itu juga hadir Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha didampingi seluruh Komisioner, Sekretaris KPU Kota Balikpapan Syabrani, seluruh Kasubag dan staff Sekretariat KPU Kota Balikpapan di Kantor KPU Kota Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman No 9, Balikpapan, Selasa sore (28/12/2021). Kunjungan Komisioner KPU RI Arief Budiman ini ke Kantor KPU Kota Balikpapan untuk melihat langsung kondisi kantor KPU Kota Balikpapan. Setibanya di Kantor KPU Kota Balikpapan pukul 14.30 WITA, ia langsung meninjau ruang kerja Ketua KPU Kota Balikpapan kemudian melihat langsung semua ruangan komisioner. “Kalau saya lihat ruang kerjanya, berarti para Komisioner ini benar benar bekerja. Sebab saya liat di meja mereka ada alat tulis, tumpukan  catatan dan laptop dalam keadaan hidup. Ini artinya mereka benar benar bekerja,” ujarnya. Usai melihat langsung ruang ketua dan komisioner KPU Kota Balikpapan, Arief Budiman langsung menuju ke lantai atas, untuk melihat ruang sekretaris, ruang rapat dan ruang bagian Keuangan Umum dan Logistik. Kemudian iapun langsung menuju ke ruang bagian teknis dan bagian hukum. Di sana ia menjumpai bahwa ruangan tersebut tertata rapi. Dan masih ada tumpukan lembar kerja di atas meja dan komputer dalam keadaan hidup. “Ini terlihat ruangan ini benar benar dipakai untuk kerja. Saya lihat di meja meja ada lembaran kertas serta komputer dalam keadaan hidup,” ujarnya. Setelah itu, Arief Budiman menyempatkan diri untuk melihat langsung Rumah Pintar Pemilu (RPP), yang letaknya satu area dengan kantor KPU Kota Balikpapan. Di sana Arief Budiman sempat melihat master plan TPS. Ia dengan rinci melihat master plan tersebut. “Ini sudah bagus, ada bilik suaranya, ada tempat duduknya. Bagus ini. Jadi bagi warga yang datang ke RPP ini dengan melihat master plan setidaknya sudah punya gambaran, seperti apa proses pencoblosan itu,” imbuhnya. Setelah melihat RPP, Arief Budiman menyempatkan diri ke ruang bagian Keuangan. Dan setelah itu melihat langsung aula milik KPU Kota Balikpapan. Di sana ia melihat bahwa aula milik KPU Kota Balikpapan cukup bagus. “Ini selain digunakan untuk rapat, namun bisa juga digunakan teman-teman di sini untuk main badminton,” ujar Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha.  

Kabag Pengelolaan Biro Logistik KPU RI Bertandang ke KPU Kota Balikpapan

BALIKPAPAN—KPU Kota Balikpapan menerima kunjungan  Kepala Bagian Pengelolaan Biro Logistik, Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU-RI)  Ratna Yuniarti. Kehadirannya diterima langsung oleh Kepala Sub Bagian Keuangan, Umum dan Logistik (KUL) Sekretariat KPU Kota Balikpapan Sudirman SE, yang berlangsung di ruang rapat Kantor KPU Kota Balikpapan, Selasa (21/12/2021). Kehadiran Ratna Yuniarti selaku Kepala Bagian Pengelolaan Biro Logistik Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU-RI) dalam rangka melakukan survey terkait dengan kesiapan KPU Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Kalimantan Timur, salah satunya di KPU Kota Balikpapan. Selain melakukan survey, Ratna Yuniarti juga melakukan diskusi terkait dengan pengadaan dan pendistribusian logistik, termasuk kesiapan gudang atau tempat untuk menyimpan logistik tersebut. Hal ini sengaja ditanyakannya, guna melihat secara langsung ke KPU Kota Balikpapan, juga KPU Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Kalimantan Timur, dalam rangka  menghadapi persiapan Pemilu/Pemilihan serentak di tahun 2024 yang akan datang. Sementara itu Kasubag KUL KPU Kota Balikpapan Sudirman SE dengan detail memberikan penjelasan tentang kesiapan KPU Kota Balikpapan, khususnya logistik dan gudang untuk menyimpan logistik tersebut. “Selama puluhan tahun ini, KPU Kota Balikpapan tidak pernah mengalami kendala baik itu logistik, maupun gudang sebagai tempat untuk menyimpan berbagai bentuk logistik Pemilu tersebut. Selama ini kami aman aman saja dan berjalan lancar, hingga Pemilu atau Pilkada usai,” ujar Sudirman. Dalam pertemuan tersebut juga sempat membahas tentang distribusi logistik ke TPS TPS yang ada di Balikpapan. Menurut Sudirman, kebetulan Kota Balikpapan ini wilayahnya satu daratan, sehingga tidak ada kendala sama sekali. “Di Balikpapan tidak ada sungai atau jalan terpencil untuk mendistribusikkan logistik. Sehingga Ketika kami melakukan pengiriman logistik semua berjalan lancar. Sebab memang Kota Balikpapan ini demografinya satu daratan. Jadi ketika mengirim logistik semua mudah ditempuh dengan jalur darat. Mungkin ini berbeda dengan kota atau kabupaten lain, yang harus menggunakan jalur sungai untuk mendistribusikan logistik tersebut. Dikarenakan wilayahnya memang ada daerah yang harus ditempuh lewat jalur sungai atau bahkan laut. Nah ini tentu saja membutuhkan sarana transportasi sungai atau laut seperti kapal, untuk mengirim logistiknya. Jadi sekali lagi ini berbeda dengan Balikpapan,” pungkas Sudirman.            

Populer

Belum ada data.